Sleman-(2/5) Mayday atau Hari Buruh Internasional merupakan hari yang ditetapkan setiap tanggal 1 Mei, selalu diperingati dengan aksi turun ke jalan. Sayangnya di tengah pandemi COVID-19 hal tersebut tidak dapat dilakukan. Namun begitu, HMI Cabang Sleman tetap berupaya memperingatinya dengan menyelenggarakan kajian Mayday secara daring pada Jum’at (1/5) malam. Pada kajian kali ini, HMI Cabang Sleman mengangkat tema “Kartu Pra Kerja, Obat Wabah PHK?”

Hafidz Arfandi menyampaikan paparan secara daring

Dimulai sejak pukul 19.30 wib, kajian mayday dimeriahkan oleh dua narasumber, yaitu Hafidz Arfandi, mantan Ketum HMI Cabang Sleman 2014-2015, dan Romo Benny Hari Julianto, Dosen Universitas Sanata Dharma. Kajian itu dipandu oleh Farrel Alzaina G selaku moderator, yang juga merupakan kader HMI Cabang Sleman dan Ketua Badan Audit KM UGM.

Farrel, moderator kajian mayday

Dalam penjelasannya, baik Hafidz maupun Romo, banyak menyoroti ketidaktepatan kebijakan pemerintahan dalam menuntaskan permasalahan buruh. Terutama kebijakan Kartu Pra Kerja yang sama sekali tidak tepat dikeluarkan saat pandemi COVID-19. “Di tengah Pandemi, pekerja butuh bantuan langsung tunai (BLT), bukan pelatihan”, kata Romo. Menurutnya, persoalan pekerja sekarang adalah ketiadaan penghasilan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Romo Benny Hari J ketika menyampaikan paparan materi secara daring

Hal senada juga disampaikan oleh Hafidz. “Dalam situasi pandemi, buruh adalah kelompok paling rentan, bila sampai bulan Juni pandemi belum selesai, maka wabah PHK tidak dapat dibendung”, katanya. Berlangsung selama dua jam, kajian ini kemudian selesai pada pukul 21.30 WIB. [SS]