Sabtu, 11 April 2020, HMI Komisariat UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengadakan kajian bedah tulisan Yuval Noah Harari, Sejarawan Israel, yang berjudul “The World After Coronavirus”. Tulisan yang dikarangnya mengenai prediksi kehidupan dunia setelah pandemi virus Corona. Materi kajian ini dibawakan oleh Waode Zainab ZT, Mahasiswi S3 Filsafat Islam Universitas Internasional Al-Musthafa. Berlangsung sejak pukul 20.00 WIB, kajian ini dibuka oleh Riski Riyadi, kader HMI Komisariat UPNVY, selaku moderator.

Yuval Noah Harari, penulis “The World After Coronavirus”

Dalam kajian, menanggapi tulisan Harari, Zainab menyoroti beberapa poin dalam tulisan tersebut, salah satunya adalah kekhawatiran munculnya rezim otoritarianisme yang akan mengendalikan masyarakat melalui teknologi terbaru, Big Data. Menurutnya, masyarakat yang memiliki motivasi diri dan tidak picik biasanya jauh lebih berdaya dan efektif dibanding masyarakat yang lugu yang didisipliinkan. Mengutip pernyataan harari, Zainab menyebutkan bahwa belum terlambat untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap ilmu pengetahuan, otoritas publik, dan media sehingga pemberdayaan sipil dapat terwujud.

jalannya diskusi daring “Kehidupan Setelah Korona”

Selanjutnya, seperti apa kehidupan setelah virus Korona, Zainab berpendapat bahwa “Pandemi akan menyebabkan kesatuan oleh sistem yang membuat bersatu”. Menurutnya, mengutip Murtadha Muthahhari “masa depan bergantung pada semangat individual dan kolektif, kembali ke fitrah untuk mencapai persatuan dan kesempurnaan”, terangnya. “Dalam Tafsir Al-Mizan, kelak pada masa depan manusia akan mencapai kesatuan, (dikutip) pada Al-Qur’an, Surah Ar-Rum”, tambahnya.

Meski pertama kalinya HMI Komisariat UPNY mengadakan kajian daring. Kajian bedah tulisan ini dapat berjalan lancar hingga selesai. Setidaknya ada sekitar 34 peserta dari berbagai kampus yang ada di Indonesia yang turut berpartisipasi mengikuti jalannya diskusi ini.