Tarian tradisional Kendari, Tari Empat Etnis, menjadi pembuka agenda Opening Ceremony Kongres ke-32 HMI di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bertempat di Hotel Claro, acara ini dihadiri 250 lebih kader HMI dari seluruh cabang se-Indonesia. Dijadwalkan dimulai pada pagi hari, acara ini pun dibuka pada pukul 10.00 WITA. Banyak juga tamu undangan yang menghadiri acara ini, mulai dari Kapolda Sultra, Kepala DPRD Sultra, dan pimpinan lembaga tingkat provinsi lainnya. Tak luput, organisasi kepemudaan di lingkup Sultra juga turut menyemarakkan acara ini.
Zuhad Aji, Ketum PB HMI, memberi sambutan pertama kali dalam pembukaan. Selain memberikan sambutan, ia juga melaunching buku gagasan kebangsaan HMI. Sebuah buku yang digagas atas dasar ijtihad kepengurusan PB HMI masanya untuk turut memberikan gagasan atas problematika bangsa. Secara garis besar, buku tersebut mengkaji tentang amandemen UUD 1945 agar lebih kontekstual seiring kemajuan zaman. Namun, ditegaskan olehnya, bahwa buku tersebut tidaklah merepresentasikan sikap keluarga besar HMI, hanya ijitihad sebagian keluarga besar HMI. Disampaikan juga dalam kesempatan yang sama, “HMI harus tetap hidup untuk membesarkan umat dengan dua narasi besar, keislaman dan keindonesiaan,” ungkapnya. Hal itulah menjadi semangat HMI dalam meneguhkan esensinya sebagai organisasi perkaderan.

Hamdan Zoelva memberi sambutan dalam Opening Ceremony

Disusul setelah Zuhad, Hamdan Zoelva selaku Presidium MN KAHMI mengisi studium general sesi pertama. Dalam pidatonya, ia berharap supaya dualisme HMI, MPO dan Dipo segera berakhir. “Saya sudah tidak lagi mau menggunakan istilah MPO (Majelis Penyelamat Organisasi), karena dua-duanya sudah selamat. Tidak lagi ada istilah Dipo, karena toh lokasi markas sudah tidak lagi di jalan Diponegoro, tapi di Sultan Agung,” jelasnya.

Ali Mazi memberi sambutan dalam Opening Ceremony

Memasuki waktu dhuhur, acara memasuki sesi istirahat. Sejam kemudian, acara pun dilanjutkan kembali. Ali Mazi, Gubernur Sultra, memberi sambutan untuk menyambut peserta kongres yang akan menjalani kongres di daerahnya. Orang nomor satu di Sultra tersebut yang juga alumni HMI berharap kongres HMI dapat berjalan produktif dan lancar. “Sulawesi Tenggara mudah-mudahan menjadi tempat sejarah besar bagi HMI. Gubernurnya HMI, ketua DPR-nya HMI. Kami harap kongres menghadirkan gagasan pengkaderan dan perjuangan yang mumpuni”, harapnya.
Acara ini kemudian ditutup oleh studium general sesi kedua oleh Mahfud MD, Menkopolhukam. Banyak harapan dan pesan yang ia titipkan untuk HMI. “Mudah-mudahan kongres HMI MPO di Kendari ini benar-benar menjadi sejarah baru, bersatunya satu kekuatan besar Islam di Indonesia: HMI”, pesannya.

Mahfud MD memberikan studium general dalam Opening Ceremony

“Jika harus tidak bersatunya pun, maka masuklah dari pintu mana saja, lalu ajaklah saudaramu sesama HMI masuk juga ke dalamnya. Jadi, tidak usah bertengkar-bertengkarlah. Berpencar juga tak apa, yang penting bersama mewujudkan nafas islami bagi bangsa Indonesia”, sambungnya.