Kongres HMI ke-32 di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah menetapkan Affandi Ismail sebagai Formatur PB HMI periode 2020-2022. Pemilihan formatur yang masuk dalam agenda pleno tiga, dijadwalkan berlangsung sejak Jumat (6/3) pagi. Tetapi, forum baru bisa berjalan pada sore ba’da ashar karena forum yang tak kunjung kuorum.

Pemilihan formatur awalnya diikuti oleh empat kandidat bakal calon formatur. Keempatnya berhasil melenggang setelah diusung oleh minimal lima cabang. Sebagaimana yang tercantum dalam tatib, bab pemilihan formatur. Keempat kandidat tersebut diantaranya Affandi Ismail dari cabang Makassar, Abdul Rahim dari cabang Yogyakarta, Ahmad Latupono dari cabang Jakarta, dan Zunnuroin dari cabang Pekanbaru. Namun, di tengah proses pencalonan, Zunnuroin tiba-tiba mengundurkan diri. Ia mengurungkan niatnya untuk terus maju sebagai calon formatur. Baginya, stabilitas perkaderan dan keorganisasian menjadi prioritas utama, sehingga mencermati dinamika forum, ia memilih mundur. Keputusan tersebut pun disambut baik oleh forum. Bahkan, banyak peserta yang mengapresiasi sikapnya.

Akhirnya, calon formatur kemudian menyisakan tiga calon. Setiap utusan penuh dari berbagai cabang memilih salah satu dari ketiganya. Pemilihan pun berlangsung sengit. Dan, terpilihlah Affandi Ismail yang dipilih 66 suara, menang tipis dari Ahmad Latupono yang didukung 63 suara dan Abdul Rahim dengan 51 suara. Sidang kemudian disusul dengan pemilihan mide formatur dan MSO (Majelis Syuro Organisasi).

Pelantikan Formatur PB HMI 2018-2020

Hasil pemilihan formatur pun disambut positif oleh sebagian besar peserta. Gopinda misalnya, peserta utusan cabang Pekanbaru. “Siapa yang terpilih dia lah berarti yang terbaik diantara yang baik. Dan bukan berarti bakal calon lain tidak kita rangkul. Mari menjaga dan merawat HMI”, tuturnya. Kemudian, “mari sama-sama kita kawal proses satu periode (PB) HMI kedepan. Dan mari safari dakwah perangkulan dan berikan pengertian kembali ke cabang-cabang lain. Dinamika hanya di dalam forum, diluar dari itu adalah perkaderan dan perjuangan”, sambungnya.

Penutupan Kongres ke-32

Hal senada juga disampaikan Masau Loklomin, peserta utusan cabang Sorong Raya. “Semua sudah selesai dan kanda Affandi Ismail sah sebagai ketum (formatur) PB HMI-MPO. Terima atau tidak kita semua yang menjadi saksi dalam pertarungan ini”, ungkapnya. “Kalah (maka) terima kenyataan dan menang (maka) terima kenyataan. Itu lebih baik untuk organisasi kita ke depan lebih baik”, tambahnya.

Zuhad Aji, Tamsil Linrung, Affandi Ismail (dari kiri ke kanan)

Setelah sidang kongres selesai. Tamsil Linrung bersama Zuhad Aji Firmantoro datang menutup kongres. Keduanya merupakan Ketum PB pada masa yang berbeda, 1988-1990 dan 2018-2020. Tamsil dalam kesempatan itu berpesan agar seluruh kader bersama-sama merawat perkaderan dan perjuangan HMI ke depannya.