Assalamualaikum,
Kader dan para alumni HMI,

Anda pasti tahu akun “Lambe Turah”, sebuah akun Media Sosial yang tidak diketahui kepastian pemiliknya. Mungkin Lambe Turah beralasan menggunakan nama akunnya bukan berupa sosok nama manusia atau lembaga keorganisasian untuk menghindari jerat hukum atau ancaman atas berita “Benar” yang ia/mereka sampaikan.

Di mata saya, akun Lambe Turah adalah akun palsu, bohong dan tidak dapat dijadikan literasi yang bertanggung jawab, karena tidak jelas identitasnya.

HMI & KAHMI adalah satu wadah yang mengajarkan nilai-nilai luhur seperti transparan, jujur, pembelajaran, beretika, ilmiah dan Islami. Semua analisis harus berlandaskan keilmuan, pisau bedahnya harus tajam serta yang pasti sumber literasinya harus jelas.

Lalu apakah kita harus bersikap setara jika masih terdapat akun palsu, akun pengecut identitas dan akun yang tidak beretika?

Akun-akun tersebut cukup banyak di grup HMI ini, namanya jelas bukan nama asli, seperti Lafran Pane, Lafran Pane Bersedih (kedua akun ini mencatut nama pendiri HMI dan merendahkannya), Kaum Kiri, La Tahzan, Dalami Pahami Laksanakan, Mproot, Remaja Busak dan akun pengecut lain sebagainya.

Atau beberapa akun yang seperti mengatasnamakan lembaga seperti KitaHMI, Yakusa Gajah-Mada dll. Padahal bukan nama organisasi resmi di lingkungan HMI atau KAHMI.

Tentu saja akan nampak berbeda dengan akun lembaga di lingkungan HMI seperti HMIMPO Medan, HMIMPO Uniyap dll, yang mewakili lembaga resmi HMI.

Akun-akun pengecut identitas ini banyak bersliweran di grup, membuat tread yang hot atau memberikan komentar, beberapa terlihat cerdas dan kritis, namun bohong dan saya boleh dong mencurigai sebagai BuzzeRp, akun bayaran yang hina dina nestapa.

Bagaimanapun Pengecut tetaplah Pengecut.

Akun pengecut identitas tentu tidak pernah takut untuk memunculkan isu atau mengemukakan pendapat karena identitasnya palsu. Tidak bertanggung jawab dan bisa menghilang begitu saja sesukanya. Sungguh tidak memiliki kaidah etika ilmiah bersosial media. Jauh dari nilai-nilai Islam.

Wahai akun pengecut identitas, rubahlahlah namamu menjadi yang sebenarnya agar menjadi insan HMI yang sejati. Beretika Islami. Tidak menjadi pengecut sejati.

Wahai admin yang baik hati, mohon tertibkan akun pengecut identitas agar literasi kita lebih jelas.

Billahi taufik wal hidayah
Wassalammualaikum warohmatullahi wabarakatu.

Yakusa
Rachmat Choirul Syah
Alumni HMI Komfak TSP UII
Cabang Yogyakarta