Dijadwalkan pada Sabtu (29/2) pagi, Acara Pembukaan Pra Kongres HMI ke-32 dihelat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bertempat di Plaza Inn Hotel Horison, acara ini termasuk dalam rangkaian agenda Kongres HMI ke-32. Bertemakan “Konsolidasi Demokrasi Melalui Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi”, diangkat atas dasar keresahan HMI akan problematika kebangsaan Indonesia sekarang. Disampaikan Ketum PB HMI, Zuhad Aji, pada sambutan pembukaan acara, “belajar pengalaman dari negara-negara yang gagal dalam demokratisasi, justru mengantarkan negara pada konflik horizontal”, terangnya. Tema tersebut kemudian diejawantahkan ke dalam sebuah kegiatan seminar nasional yang dibagi ke dalam dua sesi, hukum dan ekonomi.

Foto sela kegiatan seminar

Sebagai organisasi mahasiswa tertua, HMI dalam sejarah kebangsaan Indonesia selalu berusaha turut andil urun solusi pada setiap problematika bangsa. “Indonesia yang hari ini sedang mengalami proses konsolidasi harus kita (HMI) jaga”, jelas Zuhad. Menurutnya, upaya membenturkan soal kebangsaan dan keislaman tengah digencarkan kembali. Tentunya, hal itu dapat memicu konflik horizontal tadi. Padahal, bagi HMI, persoalan kebangsaan dan keislaman sudah tidak relevan untuk dipertentangkan. Bahkan, HMI sendiri adalah wujud nyata keserasian kebangsaan dan keislaman sebagai nilai dalam berbangsa dan bernegara. “Dia (HMI) masih berkebangsaan dan berkeislaman dalam satu tarikan nafas, dia masih HMI-nya Lafran Pane”, sambungnya.

Delegasi HMI Sleman berswafoto dengan Panitia Seminar seusai acara

Sebelum menutup sambutannya, Zuhad menitip pesan kepada seluruh peserta seminar yang hadir untuk dapat mengambil manfaat dari acara ini. “Mari kita bersama-sama berseminar, merefleksikan dan mengorientasikan HMI kepada keindonesiaan dan keislaman”, pesannya. Acara seminar ini dihadiri sekitar 200 lebih peserta yang hadir dari berbagai cabang HMI di Indonesia. Perwakilan Kementerian Dalam Negeri juga turut memberi sambutan dalam pembukaan acara seminar. Tak ketinggalan, dalam sambutannya, HMI disebut sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang telah dan terus dinanti kontribusinya dalam membangun negeri. Apalagi pemerintah Indonesia sekarang tengah fokus dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul.

Delegasi HMI Sleman dipimpin ketua umumnya, Gilang Fatihan (dua dari kanan)

 

Usai pembukaan acara, kemudian acara seminar langsung disambung ke acara inti seminar yang dibagi ke dalam dua sesi. Sesi satu, berkaitan dengan bahasan hukum “Peluang dan Tantangan Masa Depan Indonesia Dalam Perspektif Politik, Hukum, dan HAM” yang diisi oleh Ubaidillah Badrun (Pengamat Politik UNJ), Suparman Marzuki (Ketua Komisioner Yudikatif 2013-2015), dan perwakilan Rektor Universitas Halu Oleo. Sesi dua, “Peluang dan Tantangan Perekonomian Indonesia Ke Depan” yang dilangsungkan setelah dhuhur, diisi oleh Kamrussamad (Anggota Komisi XI DPR RI 2019-2024), Iman Gunadi (Direktur Grup Riset LPS), Suharman Tabrani (Kepala Perwakilan BI Sultra), dan Ahmad Juwaini (Direktur KNKS) membahas tentang perekonomian.