Makassar, HMINEWS.com — Seluruh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tak berada di tempat, saat ratusan mahasiswa dan masyarakat peduli KPK menggelar aksi menolak revisi UU KPK, Rabu (18/9/2019). Demonstran pun berjanji kembali kantor dewan untuk menyampaikan tuntutannya.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Sulsel ini terdiri dari beberapa elemen seperti HMI MPO, IMM, Pemuda Pancasila, Kopel Indonesia, ICW dan beberapa organisasi peduli KPK lainnya.

Usai berorasi secara bergantian menyampaikan tuntutan yang menolak revisi UU KPK yang baru disahkan DPR RI kemarin, mereka menuntut anggota dewan datang menemui pengunjuk rasa.

Bahkan, saat massa mencoba masuk ke dalam Kantor DPRD, terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di pintu masuk.

setelah proses negosiasi, hanya beberapa perwakilan organisasi saja yang dibiarkan memasuki Kantor DPRD untuk memeriksa langsung ke ruangan kerja anggota dewan yang didampingi polisi.

Namun, tak berapa lama, mereka keluar lagi. Pasalnya tak ada pimpinan maupun anggota DPRD yang berada di tempat. Infonya, 80-an anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah.

Perwakilan pengunjuk rasa pun hanya ditemui oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) dan beberapa staffnya. Sehingga para pendemo pun kecewa karena tak ada satupun wakil rakyat yang menemui.

“Kami akan kembali untuk menyampaikan risalah aksi yang kami lakukan hari ini,” kata Kordinator Mimbar, Tasrif.