HMINEWS.COM

 Breaking News

Aksi 22 Mei: PB HMI MPO Minta Polisi Tidak Represif

Aksi 22 Mei: PB HMI MPO Minta Polisi Tidak Represif
May 22
15:06 2019

 

Jakarta, HMINEWS.COM — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan jiwa dan nyawa dari para pengunjuk rasa hilang. Atau sampai meninggal dunia.

Pasca pengumuman hasil pilpres oleh KPU pada Selasa (22/5/2019) dini hari mendapat respon dari masyarakat yang menduga pilpres kali ini terjadi kecurangan yang masif. Demontrasi dilakukan di depan Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin hingga pagi hari.

“Aksi demontrasi itu adalah hak sebagai warga negara dalam menyatakan pendapat dan dijamin oleh undang-undang. Maka tidak boleh ada yang melarang siapapun menyuarakan aspirasinya di era Reformasi sekarang ini, terlebih ini adalah aksi damai,,” tegas Satria Alza Perdana, Wasekjend PB HMI.

Aksi yang awalnya berjalan damai dan tertib berakhir ricuh pada malam harinya dan menimbulkan korban jiwa. PB HMI pun mengecam tindakan represif yang dilakukan petugas kepolisan dalam mengawal jalannya aksi.

“Kami PB HMI memberikan peringatan keras kepada Aparat Hukum agar tidak bertindak represif dan berlebihan kepada pihak pendemonstran. Korban yang dirawat sskitar 80an orang dan yang meninggal sudah 6 orang, ini merupakan tindakan dzolim yang membelenggu kebebasan berpendapat di negara demokrasi” kecam Satria.

Selain itu, PB HMI juga menghimbau agar peserta aksi tetap tertib dan tidak terprovokasi untuk bertindak diluar konsitusional.

“Kami pun mengajak kepada para demonstran agar tidak bertindak anarkis yang memancing tindakan represif aparat hukum. Tidaklah tepat menyampaikan pendapat dengan cara salah satunya merusak fasilitas sarana umum, menyakiti warga sipil, dan lainnya.

Juga kami menghimbau kepada semua pihak, agar berhati-hati dari seruan provokator yang mengundang kerusuhan hingga situasi tidak terkendali. Tetap berproses seperti apa adanya, bagi demonstran sampaikan pendapat dengan baik, aparat hukum menjaga keamanan dan ketertiban umum, jurnalis berlaku adil dalam peliputan pemberitaan, dan warga sekitar menjalankan aktifitas seperti biasanya.” tutup Satria.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.