HMINEWS.COM

 Breaking News

Didemo Mahasiswa, Gubernur Sultra Hentikan Aktivitas 15 Perusahaan Tambang Wawonii

Didemo Mahasiswa, Gubernur Sultra Hentikan Aktivitas 15 Perusahaan Tambang Wawonii
March 12
09:31 2019

HMINEWS.COM, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya mengambil sikap tegas terkait tuntutan demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang dilakukan berhari-hari.

Unjuk rasa tersebut menuntut pencabutan izin tambang yang dilakukan perusahaan di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) karena dinilai melanggar dan merusak lingkungan.

Senin (11/3/2019) malam, Ali Mazi menyatakan status 15 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii dibekukan sementara.

“Terkait tambang, saya sudah panggil Kadis ESDM untuk melakukan pemberhentian sementara. Kan ada 18 IUP di Konkep, tiga itu sudah game over. Nah ini 15 kita berhentikan sementara,” jelas Ali Mazi, melasnsir Kumparan.com.

Terkait status pemberhentian sementara IUP di Konkep, Ali Mazi mengaku akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk melaksanakan rapat malam ini. Dia juga akan membentuk tim investigasi guna menyelidiki 15 IUP aktif di Konkep.

“Kalau nanti terbukti menyalahi aturan, kita cabut permanen IUP-nya,” tambah Ali Mazi.

Diketahui, 15 IUP di Konkep terbit pada Tahun 2008 sampai Tahun 2013. Di tahun itu, Lukman Abunawas masih menjabat sebagai Bupati Konawe — sebelum mekar menjadi Konkep–. Saat ini Lukman menjabat sebagai Wakil Gubernur Sultra.

Unjuk Rasa Ricuh

Aksi unjuk rasa yang yang dipusatkan di Kantor Gubernur Sultra seringkali berakhir ricuh dengan aparat. Setiap kali demo, sekitar 300 warga yang didampingi organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan LMND Kendari. Mereka bersatu dalam elemen bernama Front Rakyat Sultra Bela Wawonii.

Terakhir, pada Senin (11/3/2019) kemarin, demonstrasi diwarnai aksi lempar batu hingga lemparan kayu memprotes kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dentuman suara tembakan gas air mata dilepaskan aparat kepolisian ke arah mahasiswa. Melihat kondisi gangguan keamanan yang kian sulit terkendali, polisi pun langsung mengejar dan mengamankan sejumlah pengunjuk rasa.

Selain menghentikan sementara 15 IUP, Ali Mazi juga mengaku telah mencopot Kasatpol PP Eman Jaya dan digantikan oleh Hari Jalu sebagai pelaksana tugas.

Menurut Ali Mazi, Kasatpol PP dicopot karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas, terutama saat mengawal aksi demontrasi masyarakat yang berujung ricuh dan menimbulkan korban luka-luka.

“Saya sebagai kepala daerah, saya juga tidak setuju kalau ada anak-anak saya yang diperlakukan sewenang-wenang oleh bawahan saya,” katanya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook Kami

Dapatkan update berita kami

Terimakasih sudah berlangganan

Terjadi kesalahan.

About

Hminews.com adalah website media pergerakan anak muda masa kini. Kami mewartakan berita dan opini dari anak muda dari berbagi pergerakan mahasiswa. kirim artikel anda ke redaksi at hminews.com.