HMINEWS.COM

 Breaking News

PB HMI Nilai Kekerasan Terhadap Guru di Gresik Coreng Wajah Pendidikan

PB HMI Nilai Kekerasan Terhadap Guru di Gresik Coreng Wajah Pendidikan
February 14
07:00 2019

HMINEWS.COM, Peristiwa murid mencekik guru di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi sangat viral di media sosial.

Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI (MPO) M Hatta Sahib Budang menilai peristiwa seperti yang terjadi di SMP PGRI Wringinanom telah mencoreng wajah pendidikan tanah air meskipun kedua belah pihak sudah didamaikan dan sang murid sudah meminta maaf secara langsung kepada sang guru.

Menurut Hatta, fenomena seperti itu bukanlah fenomena baru. Pasalnya, hal serupa juga terjadi di SMP Negeri 2 Takalar, Sulawesi Selatan, dimana para siswa tega memaki dan memukuli petugas kebersihan di sekolahnya. Tak hanya itu, mereka justru dibantu orang tua mereka datang memukul petugas itu.

Menurut dia, hal seperti itu tak semestinya dilakukan murid seorang murid pada guru. Krena mereka adalah orangtua kedua di lingkungan sekolah. Seharusnya mereka dihormati bukan malah diperlakukan secara tidak baik dan kasar.

“Ini mencoreng wajah pendidikan kita. Guru mendidik dan membina untuk menjadi murid lebih baik, dan saling menghormati dan menjaga etika dan sopan santun. Guru adalah orang tua kita di sekolah, karena adanya guru kita saling mengenal dan menghormati kepada yang tua,” kata Moh. Hatta Sahib Budang di Jakarta, Senin (12/2/2019).

Hatta, pun memandang peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak-anak mereka. Terlebih dalam waktu dekat siswa akan menghadapi Ujian Akhir Nasional.

“Mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi Ujian Nasional,” harapnya.

Selain itu, orangtua juga semestinya memantau lingkungan pergaulan anaknya setelah mereka pulang sekolah. Selain itu, sejak mereka keluar rumah berangkat ke Sekolah harus diperiksa semua barang bawaan mereka untuk menghindari adanya benda-benda yang mereka bawa melanggar aturan sekolah.

“Orang tua perlu mengontrol anak-anak sebelum berangkat sekolah, menjaga kemungkinan dalam tas ada rokok atau barang-barang terlarang, dicegah sebelumnya, jangan sampai mempermalukan orang tua dan menimbulkan masalah di sekolah,” pungkasnya.[]

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.