HMINEWS.COM

 Breaking News

Peran Pemuda Mengawal Visi Misi Calon Kepala Daerah

Peran Pemuda Mengawal Visi Misi Calon Kepala Daerah
June 28
12:49 2018

 

Oleh : Abubakar H. Muhtar*

HMINEWS.COM-Pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga, merawat, dan mengawal proses demokrasi di negeri ini, keran maju mundur-nya negeri ini ada ditangan anak negeri, oleh karena itu pemuda sebagai kelompok pengontrolan roda kekuasaan perlu terlibat aktif dalam mengontrol segala kebijakan pemerintah, baik ditingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun ditingkat pemerintah pusat.

Dalam percaturan politik lokal atau yang dinamakan sebagai Pilkada serentak. Calon-calon kepala daerah yang bertarung baik yang bertarung di tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi, tentu memiliki janji politik. Mengintepretasi teori kontrak sosial menurut Thomas Hobbes, adalah janji politik calon kepala daerah terhadap masyarakat yang dipimpin-nya. Maka kontrak sosial atau janji politik ini lah yang dimaksud untuk dikawal oleh anak-anak muda untuk mengawal proses kebijakan kepala daerah yang sudah menang dalam percaturan politik karena kemenangan itu merupakan kesepakatan masyarakat secara demokrasi. 

Teori Thomas Hobbes, tentang kontrak sosial adalah membincangkan soal pembentukan negara, karena negara sudah terbentuk maka kekacauan dalam sebuah negara masih berkelanjutan antara kebijakan negara dan kebutuhan masyarakat, sebab terbentuk-nya negara karena meminimalisir kekacauan Maka, untuk menghasilkan situasi aman yang terjamin, masyarakat menyerahkan kepercayaan lewat Pilkada serentak kepada sebuah individu yang dianggap bisa memimpin sebuah daerah dengan janji-janji politik yang dapat menjamin keamanan, kestabilan, dan kesejahteraan masyarakat melalui sebuah kesepakatan. Kesepekatan inilah yag disebut kontrak sosial. Dalam hal ini seorang pemimpin yang memegang kedaulatan tersebut menjamin hak-hak masyarakat, tanpa harus ada akuntabilitas kepada masyarakat, dengan anggapan bahwa masyarakat telah memberikan kepercayaan kepada pemimpin yang dianggap layak memimpin suatu daerah tersebut melalui kontrak sosial dengan janji-janji politik yang dipaparkan sebagai Visi dan Misi untuk membangun suatu daerah dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. 

Dalam situasi seperti ini, maka pemuda sebagai kelompok Civil Society punya tanggung jawab moral dalam mengontrol roda kekuasaan di daerah-daerah dengan mengawal janji-janji politik yang paparkan oleh calon kepala daerah waktu kampanye dan ketika sudah menang maka itu hasil kesepakatan masyarakat lewat demokrasi. Maka pemuda tidak hanya dituntut untuk mengawal proses politik, money politik, kejahatan politik, tapi tugas berat pemuda yaitu pasca terjadi proses politik yang menetapkan satu orang yang memimpin suatu Daerah, disitu ujian berat anak negeri diperhadapkan oleh dua opsi yaitu antara idealisme dan pragmatisme. 

 

Abubakar H. Muhtar, Ketua Komisi Pemuda dan Kemahasiswaan PB HMI

About Author

HMI Redaksi

HMI Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.