HMINEWS.COM

 Breaking News

Konflik Suriah, Berikut Rekomendasi PB HMI

Konflik Suriah, Berikut Rekomendasi PB HMI
April 21
11:16 2018

JAKARTA, HMINews.com – Rudal Amerika ke Suriah beberapa waktu lalu membuat konfilk di Timur Tengah telah memasuki babak baru, dimana sebelumnya Bashar Al Assad, presiden Suriah diduga menggunakan senjata kimia dalam serangannya ke kota yang dikuasai oleh pemberontak di Douma menyebabkan puluhan orang tewas.

Respon Amerika, memunculkan banyak polemik dan kecaman salah satunya dari negara Rusia yang menjadi sekutu Suriah. Rusia menganggap serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah yang bertentangan dengan hukum internasional dan juga akan membahayakan masyarakat sipil.

Seperti diketahui, konflik di Suriah dahulunya diawali oleh permasalahan internal yang ada di negara Suriah. Pihak oposisi menilai Bashar Al Assad selaku presiden sudah tidak bisa lagi memberikan kesejahteraan pada rakyat Suriah, karena banyaknya praktek Korupsi, Nepotisme dan lain sebagainya.

Namun, Bashar Al Assad merespon sikap oposisi dengan berbagai macam kekerasan  menggunakan fasilitas militernya terhadap pihak oposisi yang dianggap sebagai pemberontak dan harus diperangi.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO mengungkapkan, permasalahan itu menjadi sumber pecahnya konflik di Suriah, yang sekarang banyak melibatkan elit-elit global seperti Amerika dan Rusia serta isu-isu ideologis yang juga dihadirkan dalam konflik ini seperti, isu Sunni dan Syi’ah membuat permasalahan yang terjadi begitu sangat kompleks untuk diselesaikan.

“Keterlibatan elit global di konflik Suriah, membuat negara-negara lain tidak bisa berbuat banyak dalam merespon konflik ini. Namun bukan tidak ada harapan bagi negara lain untuk bisa menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah,” papar Henky Fernando, Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI, Sabtu (21/4/2018).

Komisi Hubungan Internasional PB HMI lanjut Henky, telah melakukan kajian dengan mengundang narasumber  Dr. Muhammad Syahroni Rafi MA selaku Dosen Hubungan Internasional UIN Jakarta alumni Marmara University of Turkey, pada Jumat (20/4/2018) merekomendasi beberapa upaya-upaya dalam konteks resolusi konflik yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia diantaranya

Pertama, Indonesia bisa menjadi mediator konflik di Suriah antara pihak oposisi dan pihak pemerintah, posisi Indonesia sebagai negara non-blok dianggap netral dan tidak mempunyai kepentingan lain selain kepentingan kemanusian.

“Kedua, Indonesia juga bisa menginisiasi di PBB dengan beberapa negara untuk kemudian mengambil alih sementara pusat kendali pemerintahan yang ada di Suriah dengan konsep Peace Keeping, Peace Making and Peace Building,” tutur Henky.

Ketiga, meminta semua elit global menahan diri dan tidak menambah permasalahan dalam merespon konflik kali ini, karena permasalahan yang terjadi di Suriah hanya bisa diselaikan dengan cara-cara kemanusiaan oleh kedua belah pihak yang berkonflik.

“Ketiga rekomendasi ini, dianggap bisa menjadi solusi alternatif bagi pemerintah Indonesia dalam merespon konflik yang terjadi di Suriah saat ini,” ujar Henky.

Henky menambahkan, PB HMI telah berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kemanusian dan mendukung pemerintah Indonesia dalam mersepon setiap konflik yang ada, dengan memberikan tawaran ide dan gagas untuk menemukan solusi yang berkeadilan.

About Author

HMI Redaksi

HMI Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook Kami

Dapatkan update berita kami

Terimakasih sudah berlangganan

Terjadi kesalahan.

About

Hminews.com adalah website media pergerakan anak muda masa kini. Kami mewartakan berita dan opini dari anak muda dari berbagi pergerakan mahasiswa. kirim artikel anda ke redaksi at hminews.com.