HMINEWS.COM, Deklarasi sepihak Donald Trump terhadap Yarussalem sebagai ibukota Zionis Israel merupakan tindakan yang sangat menghina rasa keadilan, baik bagi umat Islam maupun umat Manusia secara umum. Tindakan tersebut mencerminkan ketiadaan niat baik Amerika Serikat dalam upaya mendorong proses perdamaian di Palestina.

Dalam konteks umat Islam, tindakan Donald Trump merupakan pengabaian nyata terhadap kepentingan umat Islam secara global, al Quds merupakan salah satu tempat ibadah Umat Islam, klaim sepihak terhadap al Quds sebagai bagian dari ibukota Israel merupakan diskrimanasi dan intimidasi nyata terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Menyikapi hal tersebut, pemimpin negara-negara muslim harus mengambil langkah nyata untuk kemerdekaan Palestina, langkah yang dimaksudkan bukan lagi sebatas teori, tapi lebih pada domain aksi, pemimpin negara-negara muslim harus benar-benar bersatu dalam masalah Palestina, mereka harus menjadikan kemerdekaan penuh Palestina sebagai prioritas utama.

Berdasarkan dinamika terkini di Palestina, maka Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKAPINA) sebagai lembaga yang konsen mendorong kemerdekaan penuh Palestina mengeluarkan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak keras pernyataan Donald Trump yang mengakui Yarussalem sebagai ibukota Israel;
  2. Mengapresiasi langkah negara-negara OKI yang mendeklarasikan Yarussalem sebagai ibukota Palestina;
  3. Mendesak pemimpin negara muslim agar segera memindahkan kedutaan besar masing-masing ke Yarussalem sebagai langkah nyata pengakuan Yarussalem sebagai ibukota Palestina;
  4. Menghimbau umat Islam agar lebih solid dan menyatukan langkah guna mengambil tindakan sistematis dalam rangka mewujudkan kemerdekaan Palestina secara utuh.

Ruslan Arief BM

Direktur

 

Zaenal Abidin Riam

Wakil Direktur