HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menolak dengan tegas deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota negara Zionis Israel.

“HMI mengutuk pengumuman oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel. Pernyataan Donald Trump mendukung solusi dua negara ‘jika Palestina dan Israel turut mendukung’. Pernyataan ini tidak berdasar karena Israel tidak akan pernah setuju dengan solusi tersebut.  HMI berpandangan pengakuan ini melanggar hukum Internasional dan juga resolusi Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)” Ujar Ruslan, Ketua Komisi HI PB HMI, Sabtu (9/12).

Menurut Ruslan, wilayah Al-Quds pasca perang 1948, adalah wilayah timur dan barat masing-masing dibawah otoritas Israel dan Jordan. Namun, pada Juni 1967, Israel menduduki blok timur dan hal tersebut tidak pernah diakui oleh masyarakat Internasional.

HMI juga menambahkan, bahwa pernyataan Trump dinilai merupakan upaya kontra produktif terhadap peta jalan damai di Palestina.

“Kebijakan HMI selaras dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan. Pernyataan Trump tersebut hanya merusak peta jalan damai di Palestina, memberikan legitimasi terhadap penjajahan sekaligus pembuka tabir, siapa sajakah yang benar-benar mendukung kemerdekaan Palestina. Sudah masanya pemimpin negara-negara Islam untuk membuktikan komitmennya terhadap Al-Quds”.[]