HMINEWS.COM

 Breaking News

Terjadi Dinamisasi Nilai Keislaman dan Kebangsaan

Terjadi Dinamisasi Nilai Keislaman dan Kebangsaan
August 04
08:56 2017

HMINEWS.COM, Tafsiran terhadap sebuah nilai selalu mungkin berubah, perubahan terjadi seiring dengan gerak sejarah, sudut pandang terhadap suatu nilai dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal manusia. Hal ini menjadi salah bagian yang diperbincangkan dalam Diskusi Peradaban yang digelar oleh Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO.

Tema yang diangkat dalam diskusi kali ini adalah “HMI, Islam, dan Bangsa” Selain Pengurus Besar, diskusi ini juga diikuti oleh kader HMI dari berbagai cabang. Alialudin Hamzah, kader HMI Cabang Kendari yang hadir dalam diskusi ini mengatakan ada pergeseran dalam memandang nilai keislaman yang hidup di Indonesia “Kita tidak bisa menafikan terjadinya pergeseran dalam memandang nilai keislaman yang hidup di Indonesia, contohnya kasus jilbab, di tahun 60-an jilbab menjadi identitas ideologis bagi pemakainya, namun sekarang jilbab menjadi identitas kultural bagi sebagaian pemakainya” Jelas Ali yang juga merupakan Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Kendari 2016-2017 M.

Sementara Faisal Rumkel, kader HMI Cabang Tual, Maluku Tenggara. Menyoroti aspek proporsionalitas penanaman kesadaran nilai keislaman dan kebangsaan dalam HMI, Faisal yang juga merupakan Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Tual 2015-2016 M berharap tumbuhnya kesadaran kebangsaan di HMI tidak membuat organisasi mengabaikan identitas keislamannya “Menguatnya kesadaran kebangsaan dalam komunitas hijau hitam adalah hal yang baik, namun di sisi lain identitas keislaman juga harus tetap semakin dikuatkan” Ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Zaenal Abidin Riam selaku Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO menekankan bahwa HMI memiliki sejarah pergulatan yang panjang dalam dinamika keislaman dan kebangsaan, dinamika tersebut menyebabkan HMI semakin kreatif mengembangkan gagasan keislaman dan kebangsaan, menurutnya perlu dikembangkan tafsir baru dalam memandang relasi antara HMI, Islam, dan Bangsa di masa mendatang, tafsir yang tidak sekadar bertumpu pada aspek historis keislaman dan kebangsaan yang menjadi pemicu lahirnya HMI di tahun 1947 “secara paridigmatik kita memiliki sistem penjelas bahwa HMI, Islam, dan Bangsa adalah sebuah kesatuan, sistem penjelas tersebut tidak sekadar bertumpu pada aspek historis, melainkan juga menyelami tanda-tanda terkini dari semangat zaman yang kini hadir, sebagai sebuah produk wacana maka sistem penjelas tersebut akan terus mengalami dinamisasi dalam ruang lingkup diskursus internal dan eksternal HMI” Tutupnya.[]

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.