HMINEWS.COM, Sekelompok organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Mahasiswa Wakatobi (KMW), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) dan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (DPM FISIP) Universitas Halu Oleo, pagi tadi melakukan aksi demonstrasi di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Mapolda Sultra).

Aksi demonstrasi tersebut dalam rangka mendesak Mapolda Sultra untuk segera menuntaskan kasus indikasi korupsi pengadaan 107 unit komputer dan Uninteruptible Power Supply (UPS), yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi pada Tahun Anggaran 2010.

Dalam orasinya korlap aksi, Muhamat Ali Fata, menyebut kasus indikasi korupsi ini telah dilaporkan di Polres Wakatobi, dan saat ini sudah dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Wakatobi. Yakni, Ridwan dan H. Ishak pemilik PT Timako Group.

Saat ditemui usai berorasi, Muhamat Ali Fata mengungkapkan, Polda Sultra harus segera menuntaskan kasus ini dan menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Drs. Masiudin sebagai tersangka atas indikasi korupsi pengadaan 107 unit komputer dan Uninteruptible Power Supli (UPS).

“Kita desak Polda agar Drs. Masiudin ditetapkan sebagai tersangka. Masa kontraktor sudah tersangka, KPA dibiarkan”, ungkapnya saat ditemui, Senin (17/4).

Setelah lama berorasi di depan Mapolda Sultra, akhirnya mereka ditemui oleh Kanit Tipiter Polda Sultra, Akp. Malik Fahril Safa di ruangan Rekrimsus Tipikor.

Kanit Tipiter Polda Sultra, Akp. Malik Fahri Safa mengungkapkan kepada para pendemo, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan dan mempercepat gelar perkara terkait indikasi korupsi pengadaan 107 unit komputer dan Uninteruptible Power Supli (UPS) bersama Polres Wakatobi.

“Secepatnya kita akan lakukan pemanggilan kepada pihak terkait dan gelar perkara di Polda Sultra”, ungkapnya.

Akp. Malik Fahri Safa berjanji, pihaknya akan menindaklanjuti perihal tuntutan para pendemo dalam hal penuntasan dan pengambilalihan kasus ini sesuai mekanisme dan prosedur yang ada.

“Tetap kita tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku”, tegasnya kepada para pendemo.

Menanggapi hal itu, korlap aksi Muhamat Ali Fata menyampaikan, jika Polres Wakatobi dan Polda Sultra bermain main dan/atau tidak menindaklanjuti tuntutan kami dalam kurun waktu 3×24 jam, maka kami akan kembali melakukan aksi besar-besaran di Mapolda Sultra.

“Saya peringatkan, pihak penegak hukum jangan main-main dengan kasus ini. Segera tuntaskan dan tetapkan Drs. Masiudin sebagai tersangka”, tegas Ali Fata.

Diketahui pengadaan 107 unit komputer dan Uninteruptible Power Supply senilai Rp. 2,1 milyar lebih berasal dari APBNP Tahun Anggaran 2010, dan dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Wakatobi pada bulan lalu. (HJA)