HMINEWS.COM, Negara Indonesia telah melewati fase-fase perjuangan atas kemerdekaan, dan selama ini kita telah merasakan setengah abad lebih (71 tahun) kemerdekaan Indonesia, akan tetapi kita masih berkutat dengan kemiskinan (poor), hal ini terlihat dari jutaan rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Jutaan rakyat Indonesia menjadi pengangguran, mereka hidup di tempat yang bisa dikatakan kurang layak. Semua ini disebabkan oleh  hancurnya sumber-sumber perekonomian rakyat. KKN masih marajalela, praktik eksploitasi masih nampak, kekuasaan  dikendalikan oleh kelompok pro kapitalisme.

Untuk diketahui bersama pula, hal serupa saya jumpai di Ibukota DKI Jakarta, khususnya sewaktu ditugaskan oleh salah satu lembaga Survey Politik, saya berkunjung ke beberapa rumah warga dalam rangka wawancara langsung, tepatnya di Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Terlihat bebera rumah tua yang sebenarnya sudah tidak layak huni namun masih ditinggali, dihuni oleh ibu paruh baya dan anak lelakinya.

Harapanku kepada gubernur DKI periode mendatang, agar benar-benar memprioritaskan pemerataan kesejahteraan bagi warga Jakarta, bukan hanya kerjanya menggusur saja, menggusur kaum miskin tanpa dalih yang bisa dipertanggungjawabkan, akan tetapi pada saat yang sama, bangunan milik kaum kaya yang jelas melanggar aturan tetap dibiarkan berdiri kokoh.

Penulis: Mukmin Talaohu