HMINEWS.COM

 Breaking News

HMI MPO Lombok Timur Kecam Keras Penghinaan Terhadap TGB

HMI MPO Lombok Timur Kecam Keras Penghinaan Terhadap TGB
April 19
00:00 2017

HMINEWS.COM, Penghinaan terhadap ulama kembali terjadi, kali ini dihadapkan kepada TGH, Zainul Majdi atau yang disebut Tuan Guru Bajang (TGB), seorang ulama dan umara.

Ucapan yang dilontarkan Steven Hadi Suryo (SHS) terhadp TGB mengundang kemarahan semua warga NTB dan keluarga besar NW. Setelah ditelusuri, Steven tersebut adalah pengusaha muda bermata sipit keturunan tionghoa, ini mengingatkan kita pada kasus yang terjadi di ibukota hari ini, bila kita amati ada korelasinya.

Untuk itu dalam hal ini Polri dengan Polda harus berkoordinasi dalam menangani kasus ini secara serius,  hal ini demi menghindari rasialisme yang berpotensi pada perpecahan berbangsa dan bernegera di republik ini. Kali ini penegak hukum harus benar-benar tegas untuk mengusut kasus ini sampai selesai supaya ada efek jera terhadap pelaku penghinaan,  dan tidak terulang lagi oleh steven steven lainnya.

Memang TGB sudah memaafkan kejadian tertsebut, dan Steven sudah meminta maaf dengan pernyataan bermatrai di Bandara Soekarno Hatta minggu lalu (9/4/17). Dalam UU mengatakan, penghinaan etnis kepada seseorang dapat dijerat dengan pasal penghinaan sesuai KUHP pasal 315. Tetapi setelah diundangkan UU No 40 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, maka penghinaan etnis bukan delik aduan, jadi Steven harus diprosess hukum.

Tidak hanya TGB yang merasa tersinggung, tetapi juga secara tidak langsung semua masyarakat yang merasa memiliki identitas yang sama di Indonesia. Sehingga jelas tidak ada alasan bagi penegak hukum untuk mengabaikan kasus ini.

Kata pribumi dan tidak pribumi sudah dihapuskan dalam kehidupan sosial. Setiap orang yang berdomisili dan menjadi Warga Negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama, lalu kenapa Steven masih menyebut kata-kata tersebut. Dia harus paham kalau kata tersebut memancing api kemarahan warga NTB. Khawatir, seorang ulama dan gubernur saja bisa dihina begitu rupa apalagi kita yang masyarakat biasa. Bisa dibayangkan jika nanti kita berurusan dengsn orang seperti Steven, mungkin kepala kita diinjaknya, bersamaan dengan itu keluar pula cacian yang tidak sepantasnya, harga diri tidak akan ada. Ucapan Steven di Bandara Shangai Singapura bersifat makna mengerucut (umum- khusus) kepada masyarakat Indonesia yang dilampiaskan kepada TGB sepenuhnya.

Ucapnan SHS di Bandara Shangai Singapura, “dasar indo, dasar indonesia, dasar pribumi, Tiko(Tikus Kotor) dan setelah dikaji ternyata Tiko, dua suku kata bermakna Ti=Babi dan Ko=Anjing. Jadi bisa dibayangkan betapa hinanya pribumi.

Oleh karena itu HMI MPO Cabang Lombok Timur menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras penghinaan Steven Hadisuryo Sulistyo tehadap PB NW (Ulama) TGH, Zainul Majdi sekaligus umara di NTB;
  1. Mendesak Polri dan Polda berkoordinasi untuk mengusut kasus SARA ini sampai selesai. kalau tidak, jangan salahkan kami jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan;
  1. Tidak boleh hidup dan brkeliaran rasisme di Indonesia demi menjaga Bineka Tunggal Ika dari isu SARA yang berpotensi melahirkan rasialisme;
  1. HMI MPO Cabang Lombok Timur mendukung sepenuhnya aksi damai yang dilakukan hari senin (17/04/2017) di Mataram yang dimotori oleh aliansi NW Ormas NW, HIMMAH NW, IPNW, SATGAS HAMZANWADI, PEMUDA NW, dll.

Demikian pernyataa sikap HMI MPO Cabang Lombok Timur.

Ketua Umum

Abdul Muiz

Sekretaris Umum

Rini Hidayati

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.