HMINEWS.COM, Wacana pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras kepada penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu dukungan itu datang dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO).

Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Mubdi Ohoiewer menilai pembentukan TPF akan membuka jalan untuk mengungkap pihak-pihak yang memiliki agenda pelemahan KPK secara sistematis.

Pria yang biasa disapa Puche itu juga mengatakan teror terhadap Novel tersebut sangat terkait dengan kasus-kasus yang ia tangani saat ini sebagai penyidik KPK, terutama kasus mega korupsi e-KTP.

Sehingga dengan adanya TPF, kasus kriminalisasi terhadap Novel terungkap secara utuh dan transparan fakta yang sebenarnya terjadi tanpa ada manipulasi.

“HMI mendukung pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF), karena lebih independen dan transparan dalam mengungkap kriminalisasi KPK,” kata Mubdi, Senin (17/4).

Mubdi juga menyayangkan sikap DPR yang terkesan tidak peduli dengan KPK.

Lebih lanjut, Mubdi meminta kepada Presiden Jokowi menunjukan keseriusannya untuk membongkar kasus kekerasan Novel tersebut, Jika tidak diungkap, kejadian serupa akan menimpa pimpinan KPK lainnya.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal saat pulang shalat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (12/4) lalu.

Novel saat ini dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Sebelumnya ia dirawat di Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat.[]