HMINEWS.COM, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Djogjakarta akan menggelar “Jalan sehat Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun” kelahiran HMI, di kota kelahirannya, Yogyakarta pada Minggu (5/3).

Ketua Panitia kegiatan Jalan Sehat Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI Iqbal Djayusman mengatakan bahwa ke hitam ini akan diikuti 500 hingga 700 alumni dan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Iqbal, acara yang digagas oleh Komunitas Korps Alumni HMI (KAHMI) Forever Jalan Sehat (KFJS Yogyakarta) itu memiliki tujuan utama yaitu mengembalikan para alumni dan kader HMI ke “khittah” atau garis besar perjuangan pendirian organisasi itu.

“Acara ini akan menjadi momentum yang sangat penting sebagai sarana refleksi dari dan bagi seluruh kader serta alumni HMI,” kata Iqbal, Jumat (3/1).

Iqbal menilai refleksi itu penting dan mendesak dilakukan sebab ia menilai akhir-akhir ini mulai terjadi pergeseran arah pergerakan dan perjuangan para kader HMI.

Kader HMI yang dulu dikenal kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, kini mulai minim argumentasi.

“Kami melihat mulai terjadi pergeseran nilai sehingga kami merasa perlu mengakembali ke ‘khittah’ perjuangan,” kata dia.

Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KPAA Paku Alam X itu akan dipusatkan di Benteng Vredeburg Yogyakarta dengan rute perjalanan melalui tempat-tempat bersejarah bagi perjuangan HMI, seperti bekas Kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini menjadi Kantor Yayasan Marsudirini Yogyakarta dan Asrama STI yang merupakan bekas sekretariat awal HMI di Jalan Secodiningratan, Yogyakarta.

Dilanjutkan melalui Jalan Ibu Ruswo, di mana di pertigaan Plengkung Wijilan pernah terjadi bentrok berdarah antara kader HMI dngan kader PKI pada 1965. Alun-alun Utara Yogyakarta menjadi rute berikutnya sebagai lokasi Rapat Umum Rakyat Yogyakarta yang dimotori oleh Beddu Amang, mahasiwa Fakultas Pertanian UGM yang juga pengurus Cabang HMI Yogyakarta.

Rute berikutnya adalah Jalan Ahmad Dahlan di mana berdiri rumah yang menjadi Kantor Cabang HMI pada awal agregasi pertama pada 1947, di mana mobilisasi kader HMI masuk bersama TNI melawan penjajah.

Sebelum kembali berakhir ke arah Malioboro, rute napak tilas menuju Jalan Dagen Yogyakarta di mana berdiri Kantor Cabang HMI Yogyakarta yang menjadi tempat penggemblengan para tokoh bangsa dari HMI, seperti Beddu Amang (Kabulog era Soeharto), Ahmad Wahib (penulis buku dan wartawan), Ahmad Kamaludiningrat (penghulu Keraton Yogyakarta), Syafri Sairin (antropolog UGM).

Iqbal mengatakan setelah acara napak tilas dengan berjalan kaki selesai, dilanjutkan dengan sarasehan yang akan membahas isu-isu yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Sejumlah pembicara sekaligus alumni HMI yang akan hadir adalah Akbar Tanjung (Ketum PB HMI 1996), Prof Ichlasul Amal (mantan Rektor UGM), serta Chumaidi Syarif (Ketum PB HMI 1970).