Sleman, Aksi Solidaritas Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (ASM-UII) menggelar doa bersama atas meninggalnya tiga mahasiswa yang mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mapala UII.

Aksi digelar di depan Auditorium Prof Dr Abdulkahar Mudzakir di Kampus UII, Jl Kaliurang KM 14,5 Sleman, Rabu (25/1/2017). Aksi diawali dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama.

Koordinator aksi, Maulidi dalam orasinya mengatakan kekerasan dan senioritas bukanlah bentuk pendidikan yang mencerminkan demokrasi dan nilai-nilai Islam yang ditanamkan di kampus UII. Tindak kekerasan maupun senioritas harus dihentikan.

“Kami menolak dan tidak membenarkan pendidikan dengan segala bentuk tindakan kekerasan maupun senioritas di lingkungan kampus UII,” katanya.

Mereka mendorong Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII segera membentuk tim investigasi dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan mahasiswa di UII.

Selanjutnya meminta klarifikasi dari Mapala Unisi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan The Great Camping (TGC).

“Mendesak kepada pihak berwajib untuk menegakkan hukum secara objektif dan melakukan perlindungan terhadap semua saksi agar dapat memberikan keterangan sebenar-benarnya,” tuturnya.

Kegiatan TGC itu digelar di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017.

Tiga mahasiswa UII yang tewas tersebut adalah Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20).

Mahasiswa yang tergabung dalam The Great Camping (TGC) di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.