HMINEWS.COM

 Breaking News

Efek Domino Kaum Intelektual Muda

Efek Domino Kaum Intelektual Muda
October 28
19:57 2016

Kita semua ketahui bersama bahwa mahasiswa memegang peranan yang sangat penting didalam suatu bangsa, karena mahasiswa dapat dengan langsung  menikmati proses belajar yang lebih tinggi diantara banyaknya masyarakat di Indonesia. Jadi, sangat logis jika peran mahasiswa sangat menentukan dan membentuk banga kedepannya.

Status mahasiswa yang mendarah daging dikalangan kaum intelektual muda tentu harus diimbangi dengan sikap idealisme yang perlu dipertahankan karena hal itu wajar jika mahasiswa harus mampu dibidang program studi yang ditekuni dan konsentrasikannya.

Sebetulnya jika kita membuka dan mengambil hikmah dari sejarah berdirinya hingga merdekannya bangsa indonesia, peran pemuda sangat besar dalam mendirikan bangsa indonesia, dimulai dari sumpah pemuda tahun 1982 yang berlanjut dengan semangat revolusi yang wakilkan oleh bung karno dan bung hatta sehingga dapat dengan tegas memproklamirkan kemerdekaan seutuh-utuhnya serta meniadakan segala bentuk penindasan dan penjajahan di bumi putera (nusantara).

Disamping itu, peran pemuda masih teguh dan kokoh hingga pada ujung (titik jenuh) pemerintahan soherato yang dikenal otoriter pada tahun dapat ditumbangkan oleh mahasiswa karena dengan jelas orde baru memakai sistem  yang diterapkan anti demokrasi.

Kesadaran pemuda masih menjadi power (kekuatan) dan ujung tombak bangsa untuk tetap memperjuangkan keutuhan dan kesejahteraan untuk seluruh lapisan masyarakat indonesia.

Dari sejarahlah kita akan sadar bahwa pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menjaga keidealannya serta berperan dalam membangun bangsa dan jiwa yang berimplikasi positif untuk kesejahteraan rakyat indonesia.

Proses belajar diperguruan tinggi sangat diharapkan out put yang baik demi bangsa kedepannya, jika proses ini di jalankan dengan terdapat hal-hal yang diluar semestinya yang condong tidak mencerminkan wajah keilmiahan maka akan didapati pula hasil lulusan perguruan tinggi akan menampilkan lulusan-lulusan yang tidak diharapkan. Maka dari itu yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah proses. Pencarian intelektual muda diharap sesuai dengan methode yang baik, merujuk dari pemikir Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam bukunya yang berjudul Epistemologi Dalam Perspektif Ibn Qayyim Al-jawziyyah menurutnya yang dimaksud dengan ilmu manusia adalah kemampuan untuk menyingkap haikat sesuatu dan menjelaskan tingkatannya. Ilmu dalam perspektifnya memiliki korelasi dengan amal perbuatan atau aktivitas seseorang.

Apa bila yang ditetapkan didalam jiwa itu sesuai dengan hakikat realias, maka itulah ilmu yang benar dan valid. Dari perspektif Ibn Qayyim Al-jawziyyah ilmu pengentahuan adalah integrasi antara yang diketahui (objek) dan yang mengetahui (subjek) dalam implementasinnya ilmu itu dalam realitas kehidupan.

Melihat penjelasan semacam itu maka artinya bahwa mahasiswa yang berlaku di perguruan tinggi harus ada tindakan riil di kehidupan nyata demi memenuhi tugas sebagai kaum intelektual yang berperan dalam memejukan bangsa dan negara.

Bukan hanya sekedar menitik beratkan prioritasnya dalam ambisi mengejar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata karena tolak ukur kaum intelektual sejatinya mampu berimplikasi sekitarnya.

Paradigma mahasiswa yang dengan sederhana mengartikan bahwa tugasnya hanya datang kekampus, absensi, tanpa membawa semangat menggali potensi keilmuan, harus segera diluruskan dan dibereskan kembali, guna menjaga marwah sebagai tonggak bangsa serta proses yang dilalui dengan semngat keilmuan dalam rangka menuntaskan kebodohan serta serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur.

Penulis: Baqi Maulana Rizqi, Kader HMI

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.