HMINEWS.COM- Satgas Masyarakat Anti Mafia Pendidikan (Satgas-AMP) dideklarasikan, acara pendeklarasian dilaksanakan di Spumante Resto, Menteng Jakarta. (28/06/2016).

“Satgas-AMP lahir atas inisiatif dan kesadaran bersama masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia yang bersih dari para mafia pendidikan”. itu disampaikan Koordinator Satgas AMP, Tri Suharjanto.

Ia juga membeberkan bahwa Inisiatif tersebut hadir dikarenakan banyaknya keluhan-keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada dirinya dan teman-teman, sehingga perlu ada komunitas yang menghimpun, menindaklajuti dan mengawal laporan itu sampai pada pihak yang berwajib.

Beberapa kasus yang menjadi keluhan masyarakat diantaranya adalah kecurangan pada proses penerimaan siswa baru, khususnya ditingkat SMP, SMA, dan bahkan Perguruan Tinggi, kecurangan pada penggunaan dana BOS, dan penyelewengan pada proses pengangkatan guru dan pangkat (akreditasi) yang tidak fair.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, Sekolah/perguran Tinggi, pemerintah khususnya Dinas dan departemen pendidikan untuk pro-aktif dalam melakukan pengawasan, serta masyarakat dan orang tua murid untuk melaporkan tindak kecurangan yang terjadi dalam sistem pendidikan.

ia juga menegaskan bahwa “oraganisasi ini bersifat non-profit dan independen, serta tidak berafiliasi dengan partai politik manapun”. Tegasnya

Walaupun demikinan, “organisasi ini tetap akan bekerja sama dengan Media massa, LSM, dan pihak lain yang memantau proses penanggulangan”Tambahnya

Selain dihadiri oleh para inisiator Satgas AMP, juga dihadiri pula oleh Chozin Amirullah, Staff Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat dimintai tanggapannya tentang deklarasi organisasi tersebut, Chozin menyampaikan apresiasi dan mendorong usaha-usaha yang dilakukan masyarakat sipil dalam memajukan dunia pendidikan.

“Kita senang, ada inisiatif dari masyarakat sipil untuk ikut bareng-bareng mengawal soal pendidikan, kita menginginkan partisipasi publik secara maksimal, agar masalah pendidikan ini terselesaikan secara gotong-royong, inisiatif-inisiatif semacam ini perlu kita dorong”.

Terkait masalah banyakanya kecurangan-kecurangan didunia pendidikan, Chozin mengatakan bahwa ada banyak masalah pendidkan di Indonesia, termasuk masalah mafia pendidikan. ia mengatakan bahwa permasalahn tersebut hanya bisa diminimalisir, mengingat luas dan banyaknya lembaga pendidikan.

“kita hanya bisa meminimalisir penyimpangan-penyimpangan itu, dengan cara melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat sipil”.