HMINews.com – HMHMI MPO dan PMKRI wilayah Tual dan Maluku Utara (Malra) melakukan aksi demonstrasi di depan BPR ARTHA Tual dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakentrans) Tual pada hari Senin kemarin (16/05/2016).

Kedua organisasi tersebut tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Maluku Anti Penindasan. Mereka menuntut penjelasan atas PHK yang dilakukan oleh BPR Artha Tual kepada saudara Yasmin Husein Obet Alkatiri yang bekerja sejak Tahun 2007-2010 di perusahaan tersebut.

Kasus tersebut berawal dari kecelakaan yang dialami oleh Yasmin pada tanggal 28/07/ 2015 jam 14.35 WIT di depan Bengkel Rodamas – Langgur. Yasmin yang bekerja di BPR Artha Tual itu hendak mengambil dana deposito dari salah satu nasabah. Kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera berat pada tangan sebelah kiri (cacat permanen), akibatnya Yasmin tidak dapat melakukan pekerjaan sehari-hari sebagai karyawan. Keanehan muncul ketika pihak perusahaan serta merta menerbitkan surat PHK tanpa alasan yang jelas.

Menurut Rahmat Ohoirenan sebagai Ketua Umum HMI MPO cabang Tual, tindakan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Didalam UU No.13 tahun 2013 pasal 161, dijelaskan bahwa perusahaan harus mengeluarkan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga secara berturut-turut sebelum melakukan PHK. Kemudian pada pasal 163, dijelaskan bahwa pekerja berhak mendapatkan pesangon apabila terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan dan pekerja/ buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja. Rahmat berpendapat bahwa kasus ini timbul karena kurangnya pengawasan dari Disnaker Maluku Utara.

Faisal Rumkel, kordinator lapangan aksi tersebut menyatakan kekecewaanya atas tindakan bank tersebut terhadap karyawannya sendiri, padahal menurutnya bank tersebut memiliki program yang dinakaman ARTHA Peduli untuk menolong orang yang mengalami musibah. Faisal juga menyampaikan bawah gaji Yasmin dipotong setiap bulan untuk Jamsostek, namun klaim Yasmin ditolak dan dinyatakan belum terdaftar ketika mengajukan klaim. Dia berharap kasus ini diusut sampai tuntas kerena takut akan berimbas pada nasabah BPR Artha Tual.