Julhan Rongga, seorang kader HMI Cabang Gorontalo terlambat 5 menit tiba di bandara Jalaluddin (Gorontalo) sehingga harus bersabar karena tiket pesawat miliknya hangus. Dia berencana untuk terbang ke Jakarta kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk mengikuti Latihan Kader 3 (LK3) pada tanggal 24 Maret 2016, LK3 adalah pelatihan tingkat akhir yang selama 6 tahun ini tidak terlaksana.

Karena motivasi dari beberapa teman-temannya dan bantuan dana dari seorang alumni, Zulhan tidak mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Jakarta. Dia berangkat keesokan harinya pada 23/Maret/2016 dari bandara yang sama, setibanya di Jakarta dia melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta bersama kawan-kawan peserta lainnya.

“Sebagai kader HMI saya dibekali pengetahuan tentang permasalahan bangsa, LK 3 ini untuk menguatkan apa yang telah difahami sebelumnya, tema LK 3 kali ini adalah solusi HMI untuk Bangsa, sehingga saya tertarik dengan forum ilmiah ini untuk melahirkan gagasan tersebut”. Kata Zulhan Rongga menjelaskan tentang motivasinya mengikuti LK 3 ini.

Semangat Zulhan tidak berbeda dengan peserta lainnya, banyak kader menentikan terselenggaranya kegiatan ini, sehingga begitu ada kesempatan, mereka tidak menyia-nyiakannya dengan langsung mendaftar sebagai peserta. Tercatat ada 27 peserta mendaftar pada pelatihan LK 3 kali ini. Tim pemandu meluluskan 24 peserta, 2 orang ditunda kelulusannya karena beberapa alasan, dan 1 orang mengundurkan diri.

Beberapa peserta LK 3 berfoto bersama tim pemandu.
Beberapa peserta LK 3 berfoto bersama tim pemandu.

LK 3 terakhir diadakan pada tahun 2010 di Yogyakarta, wajar bila kemudian Dr. Safinudin Almandari menyampaikan bahwa banyaknya konflik-konflik kecil dilingkungan HMI ini disebabkan kurangnya gagasan besar yang biasanya lahir dari lulusan LK 3. Beliau menyampaikan hal tersebut pada sesinya sebagai pembicara untuk membahas studi kritis pemikiran dan gerakan Islam internasional.

Kegiatan dilaksanakan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dengan dibantu oleh  alumni-alumni yang masih peduli pada perkaderan HMI. Mereka turun gunung ikut terlibat kembali dalam membenahi organisasi. PB HMI memprioritaskan kegiatan ini dalam agenda utama, sehingga LK 3 dapat terlaksana dengan  persiapan 1 bulan.  Muhammad Fauzi selaku ketua umum PB HMI menyampaikan bahwa paling tidak LK 3 terselenggara 3 kali dalam periode kepengurusan kali ini.

Kajian LK 3 melibatkan banyak disiplin ilmu seperti ke-Islaman, ekonomi, politik, hukum, sosial & budaya, pertanian, lingkungan, hingga pendidikan. Seluruh pembicara berasal dari kalangan pakar dan ahli, sebut saja Prof. Dr Munir Mulkhan (guru besar UIN Sunan Kalijaga), Dr. Aji Dedi Mulawarman (penulis buku Jang Oetama, jejak dan perjuangan H.O.S Tjokroaminoto), Dr. Suparman Marzuki (Mantan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia), Saat Suharto Amjad (Dirut PT. Permodalan BMT Ventura), dan banyak lainnya.

Kanda Suharsono dengan penuh semangat menyampaikan materi tentang "Metode berfikir Islami"
Kanda Suharsono dengan penuh semangat menyampaikan materi tentang “Metode berfikir Islami”

“Indonesia memang negara yang banyak masalah tapi bukan negara hancur atau negara gagal. HMI MPO juga mirip dengan kondisi Indonesia saat ini, jika kita bisa melewati masa ini, kita akan melangkah jauh kedepan. Kita yang akan menjadi pemikir-pemikir, kita yang akan menjadi politisi-politisi, kita yang akan menjadi guru-guru, dan kita juga yang akan menjadi orang-orang biasa yang ikhlas membangun bangsa.” Jelas Awalil dalam sambutan penutupan LK 3 kali ini.

Kegiatan ini sukses diselenggarakan selama 9 hari sejak 24 Maret – 1 April 2016. Ini adalah langkah strategis HMI untuk menyelamatkan perkaderan. Lulusan LK 3 seperti para doktor HMI yang mencoba melihat problematikan kehidupan sekaligus memberikan solusi-solusinya. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan ini “Solusi HMI bagi Indonesia”. Kita tunggu kontribusi nyata dari lulusan doktoral HMI ini untuk bangsa Indonesia.