HMINEWS.COM

 Breaking News

Audiensi PB HMI MPO dengan Menteri Sekretaris Negara

Audiensi PB HMI MPO dengan Menteri Sekretaris Negara
November 05
21:42 2015

Mungkin ini yang pertama kalinya dalam sejarah Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI-MPO) secara institusi organisasi diterima secara resmi oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia. Tepatnya Kamis 5 November 2015 sekitar pukul 08.45 – 09.45 WIB, PB HMI-MPO bersilahturahim di gedung utama Sekretariat Negara.

Dalam kunjungan ini PB HMI-MPO yang terdiri dari Puji Hartoyo Abu Bakar (Ketua Umum PB HMI), Abdul Malik Raharusun (Sekretaris Jenderal), Fathurrahman (Direktur LAPMI), Endri Somantri (Ketua Badko Jabagbar/Ketua SC Kongres ke-XXX), Faridal Arkam (ketua HMI cabang Tangerang Raya) Khotibyani (Ketua Panitia Kongres ke-XXX) dan perwakilan cabang Tangerang Raya. Rombongan PB HMI-MPO langsung disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (Setneg RI), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. di ruang rapat Gedung Utama Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Kunjungan PB HMI-MPO ke Sekretariat Negara membahas dua hal, Pertama, terkait kehadiran unsur negara pada Kongres ke-XXX HMI-MPO pada tanggal 12-16 November 2015 di Kota dan Kabupaten Tangerang. Ketua Umum PB HMI-MPO dalam diskusi tersebut menyampaikan kepada Menteri Setneg RI, bahwa PB HMI-MPO berharap Pak Joko Widodo selaku Presiden RI dapat menghadiri dan membuka Kongres ke-XXX HMI-MPO nanti. Dan Kedua, kunjungan ini juga sebagaimana permintaan Menteri Setneg RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. agar PB HMI-MPO membawa lembar sejarah HMI untuk menjelaskan keberadaan dua HMI. Maka silaturahim PB HMI-MPO juga membawa lembar putih sejarah HMI yang menjelaskan secara historis perpecahan dua HMI. Sebagaimana dalam sejarah, sejak perpecahan HMI 29 tahun silam yakni ketika Pemerintahan Rezim Orde Baru, Presiden Soeharto memaksakan pemberlakukan Asas Tunggal Pancasil bagi seluruh elemen organisasi, termasuk organisasi Islam, di tubuh HMI terjadi polarisasi ideologi yang berujung pada perpecahan HMI, yakni HMI-MPO yang tetap dengan asas Islam dan HMI-Dipo (penyebutan HMI-Dipo karena Sekretariatnya kala itu di Jalan Diponegoro No.16a) memilih berganti asas organisasi menjadi Pancasila. Selama Pemerintahan Orde Baru itu juga, HMI-MPO menjadi gerakan oposisi total terhadap seluruh kebijakan negara. Sikap negara pada masa itu juga sangat repsesif terhadap gerakan oposisi tercatat beberapa hajatan organisasi HMI-MPO seringkali menjadi incaran negara bahkan beberapa kongres dan program perkaderan dibubarkan atau membubarkan diri.

Pasca Orde Baru berganti dengan Orde Reformasi sikap negara terhadap gerakan oposisi kian akomodatif, begitu pun sebaliknya gerakan oposisi. Bahkan beberapa alumni HMI-MPO kini mengambil bagian dari proses bernegara yakni sebagai penyelenggara negara. Kunjungan PB HMI-MPO ke Sekretariat Negara RI yang langsung disambut oleh Menteri Setneg RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. harus dilihat dalam perspektif positif yakni sebagai upaya negara menjamin kebebasan berserikat dan berpendapan bagi seluruh elemen gerakan. Begitu juga sebaliknya bagi elemen gerakan kemahasiswaan yakni sebagai upaya untuk “terlibat” memberikan sumbangsi gagasan pemikiran untuk perbaikan dan kemajuan berbangsa dan bernegara, sebagaimana tema Kongres ke-XXX HMI-MPO, HMI untuk NKRI yang Berdaulat.

Abdul Malik Raharusun
Sekjen PB HMI MPO

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.