HMINEWS.Com – Ketua Presidium KAHMI Mahfud MD menyatakan tema kongres ke-30 HMI MPO di Tangerang sesuai kondisi bangsa. Sebagaimana diketahui, HMI MPO mengangkat tema kemandirian bangsa, sama dengan tema milad KAHMI sebelumnya, meskipun antara PB HMI MPO dengan KAHMI Nasional tidak pernah ada pembicaraan mengenai tema ini.

“Kongres anda ini tepat sekali, kembali kepada semangat menjaga kedaulatan, karena negara ini terancam,” ujar Mahfud MD saat menerima kunjungan PB HMI MPO di kediamannya di Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Ancaman kedaulatan tersebut datang dari luar maupun yang datang dari dalam. Ancaman luar datang dari negara lain yang tidak menghormati kedaulatan kita, dan yang menginginkan kekayaan negeri ini jatuh ke tangan mereka. Sedangkan ancaman dari dalam adalah orang-orang yang hanya ingin mencari keuntungan untuk diri dan kelompoknya saja.

“Kami mengucapkan selamat kongres mudah-mudahan bisa meningkatkan hikmah untuk keberhasilan bangsa dan negara karena HMI lahir dulu karena ingin menjaga bangsa dan negara ini sebagai bangsa yang berdaulat. Berdaulat itu artinya ke luar dihargai eksistensinya, ke dalam bisa menaklukkan orang-orang yang destruktif terhadap kehidupan bernegara,” lanjut Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Belakangan diketahui juga HMI ‘Dipo’ yang akan berkongres ke-29 di Pekanbaru, sama-sama mengangkat tema kemandirian bangsa. Mahfud menyampaikan  harapan untuk kedua HMI yang berkongres di bulan yang sama ini.

“Kalau boleh saya mengimbau dari Kongres ini (HMI MPO) dan Kongres Riau (HMI ‘Dipo’-red) itu timbul kembali benih-benih penyatuan. Harus kita akui organisasi mahasiswa di Indonesia yang paling sukses mencetak pemimpin politik dan pemimpin intelektual itu ndak bisa dibantah, HMI. Nah ini kalau kita galang lagi menyatukan organisasi dengan visi yang sama saya kira bisa dilakukan untuk masa depan bangsa,” harapnya.

Ia juga berharap HMI tetap mempertahankan jatidirinya, mengedepankan sisi inovasi dan intelektualitas serta pengabdian untuk kebaikan umat dan bangsa.