HMINEWS.Com – Klaim Pemerintah Republik Rakyat China atas sebagian wilayah Kepulauan Natuna milik Indonesia mengundang polemik. Pemerintah Indonesia dinilai lembek menyikapi permasalahan tersebut, tidak ada reaksi keras seperti Filipina, Malaysia dan Vietnam yang juga meradang karena wilayah mereka di Laut China Selatan juga diklaim RRC.

Menyikapi hal tersebut, mantan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, menduga ada agenda tertentu di balik diamnya pemerintahan Jokowi-JK.

“Mungkin ada suatu hidden agenda membangun kekuatan dengan China. Perkiraan saya seperti itu. Mungkin ada kebijakan SBY (dahulu), kebijakan Jokowi sekarang, mungkin ada di balik itu. Tapi kalau diam saja dan tidak ada alasan lain, betapa lemah martabat kita, dan betapa tidak terhormatnya kita,” kata Isran Noor dalam kepada HMINEWS.Com, Kamis (22/10/2015).

Menurut Isran Noor, China tidak akan mau melepaskan wilayah yang telah mereka klaim itu. China telah menempatkan armada lautnya di Pulau Spratly di Kepulaaun Natuna.

“Kulihat China nggak akan pernah menyerah, nggak akan membagi wilayah itu. China lebih memilih perang. China sudah melakukan reklamasi, mengurug itu. Sudah ada bandaranya,” lanjut Isran.

Menurut Isran Noor kasus ini seperti upaya invasi China-Mongol di masa lampau yang pernah meminta Raja Kertanegara tunduk. Saat itu Raja Kertanegara mempermalukan utusan Kaisar Kubilai Khan, hingga berujung pengiriman 30.000 pasukan Mongol ke Jawa, namun dapat ditumpas oleh Raden Wijaya.

“Sebenarnya ini menjadi referensi penting, mempertahankan harga diri, meski beda konteksnya. Waktu itu Prabu Kertanegara punya 28 ribu armada. Sekarang tidak. 15 ribu pun nggak punya. Zaman begitu luar biasa dengan teknologi yang biasa, menguasai wilayah yang begitu luas. Sekarang mau perang kita gerakkan semua mesin perang kita hanya 8 sampai 12 jam habis BBM-nya,” kata politisi PKPI tersebut.

Kekuatan Angkatan Laut Indonesia, kata Isran, memang tidak lagi disegani dan diperhitungkan dunia seperti di zaman Sukarno. Untuk itulah, kata Isran, Indonesia harus memperkuat armada lautnya demi menjaga kedaulatan NKRI.