HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) menilai Jokowi-Jusuf Kalla sering salah arah dalam merumuskan dan mengambil kebijakan. Hal ini dinyatakan oleh Ketu Komisi Kebijakan Strategis PB HMI MPO, Muhammad Rafi.

“Jokowi-JK sering salah arah mengambil kebijakan, sering pula menyalahi janji kampanyenya. Padahal pemimpin adalah amanah,” kata Muhammad Rafi, Selasa (20/10/2015).

Dengan banyaknya program dan janji kampanye yang tidak ditepati itulah,  lanjutnya, yang menjadikan penilaian buruk bagi Jokowi-JK, mengundang kekecewaan banyak rakyat, serta menjadi contoh yang tidak baik. “Padahal puncak kepemimpinan itu adalah keteladanan,” lanjutnya.

Persoalan lainnya, yaitu perekonomian. Rafi menengarai daya beli masyarakat menurun akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Rupiah makin melemah di hadapan Dollar AS. Sebagai presiden, Jokowi juga dinilai tak mampu mengontrol kinerja kabinetnya, gagal menciptakan lapangan pekerjaan dan gagal memberantas korupsi.

Khusus mengenai kabut asap akibat pembakaran  hutan, pemerintah dinilai lambat dan terkesan hendak membiarkan rakyat yang terpapar asap di Riau, Jambi, Sumatra Selatan dan Kalimantan mati pelan-pelan karena asap itu.