Masjid Nurul Izzah di komplek Sekolah Insan Cendekia Madani
Masjid Nurul Izzah di komplek Sekolah Insan Cendekia Madani

HMINEWS.Com – Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) di Serpong, Tangerang Selatan, punya pusat belajar yang baru. Gedung pusat belajar itu diresmikan oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dr. Harry Azhar Azis, Ahad (11/10/2015).

Sebelum peresmian terlebih dahulu diadakan orasi dan diskusi bersama Harry Azhar Azis dengan siswa dan guru-guru. Untuk memotivasi para siswa dan guru, mantan Ketua Umum PB HMI itu bercerita pengalaman masa mudanya dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, ia pernah ‘nakal’ sewaktu SMA, namun beruntung karena ada orangtua (sang ayah) yang benar-benar mengarahkannya untuk menggapai pendidikan yang tinggi. Sehingga meski sang ayah hanya tamat STM, dirinya bisa menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar doktor di bidang ekonomi. Dengan pendidikan yang ia tempuh secara serius itu pun, akhirnya kemudian ia selalu mendapatkan posisi yang terbaik di segala bidang yang dimasukinya.

Peresmian ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina ICM, Tamsil Linrung, sejumlah mantan aktivis HMI seperti Bursah Zarnubi, serta jajaran Pengurus Besar HMI (Dipo maupun MPO).

Pusat Belajar ICM itu terdiri dari laboratorium, perpustakaan, ruang teater, dan segala perlengkapannya yang dimaksudkan untuk mendukung proses belajar mengajar di lingkungan sekolah tersebut. Saat ini ICM sudah berdiri selama 5 tahun dan telah menorehkan berbagai prestasi, baik yang diraih oleh para murid maupun guru-gurunya.

Mengenai sejarah pendirian sekolah ini, Tamsil Linrung menyatakan, awalnya lahan tersebut hendak dijadikan perumahan. Namun tiap kali ke tempat itu ia selalu melewati sejumlah sekolah unggulan di BSD yang tak satupun merupakan representasi umat Islam. Sehingga ia tergugah mendirikan sekolah yang dapat menjadi kebanggaan umat.

Terbukti setelah beberapa lama, banyak guru bahkan kepala sekolah dari sekolah-sekolah unggulan di sekitar itu yang berpindah ke ICM. Di ICM ini kualitas sangat dijunjung tinggi. Selain itu terdapat alokasi 20 persen untuk siswa tidak mampu yang tidak hanya digratiskan, bahkan diberi tunjangan.