HMINEWS.Com – Persoalan penguasaan minyak di Riau-Kepri dan Kalimantan oleh asing merisaukan Forum Melayu Rembug (FMR). FMR mencatat, tak hanya minyak yang dikuasai asing, namun juga sawit (yang dikuasai Malaysia), dan dari itu mengakibatkan tidak terdistribusikannya kekayaan tersebut ke basis rakyat.

“Memperhatikan kondisi tersebut, FMR menggagas gerakan kolektif dengan visi baru, dimulai dengan konteks terjadinya penindasan terhadap bumi Melayu Nusantara,” kata deklarator FMR, Bambang Suherly, Ahad (30/8/2015).

Bambang melanjutkan, penguasaan aset oleh asing itu diperparah dengan mental korup elit-elit negara, yang tidak memikirkan kesejahteraan rakyat.

“Kondisi demikian membuat aktivis yang tergabung dalam FMR mendefinisikan dirinya sebagai manusia yang ditindas oleh borjuasi karena ditopang struktur politik-ekonomi yang tidak memihak rakyat. Karena itu kami mendefinisikan kawan perjuangan adalah mereka yang memiliki kesadaran sama dengan kami dan sama-sama berjuang untuk merebut kedaulatan rakyat. Siapapun mereka, etnis apapun, suku apapun, selagi kita di Barisan perjuangan rakyat yang tertindas ini, maka kita adalah kawan,” paparnya.

Oleh karena itu, sambungnya, FMR berkomitmen untuk membangun kesadaran bersama, memperkuat kapasitas pribadi warga, serta melakukan disseminasi ide ke seluruh elemen gerakan untuk memperjuangkan kedaulatan sebagaimana dimaksud.