HMINEWS.Com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta semua pihak; pemerintah maupun masyarakat, agar lebih memaksimalkan perlindungan terhadap anak.

Pemerintah punya program pencegahan yang riil, yang tdk menggantung di awang-awang, agar merealisasikannya. Sebaliknya, masyarakat pun tidak perlu harus selalu menunggu pemerintah yang turun tangan, sebab para orangtua bisa bertindak secara langsung terhadap persoalan perlindungan anak.

“Kita tahu saat ini kita berada pada era teknologi, suka tidak suka medsos digunakan siapapun. Oleh karena itu kami mengimbau semua kementrian yang terpanggil terhadap pelindungan anak, selama 15 aja di tv ada pesan terhadap perlindungan anak. atau 3 menit aja, misalnya pengasuhan seperti ini, kasih sayang seperti ini, dan seterusnya,” ungkap Sekertaris KPAI, Erlinda, dalam diskusi Polemik Sindotrijaya FM di Warung Daun, Cikini, Sabtu (13/6/2015).

Erlinda juga meminta agar pejabat-pejabat negara menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal ini, tidak malah mempertontonkan hal yang sebaliknya, seperti adanya pertikaian antar instansi penegak hukum maupun para politisi yang menjadi rawan dijadikan contoh. Kemudian sebagai orangtua, hendaklah mendidik dengan keteladanan dan kasih sayang, bukan lagi dengan kekerasan.

Sementara program-program yang bisa dilakukan kalangan bisnis, paparnya, adalah melalui CSR yang tidak melulu disalurkan dalam politik.

“Teman-teman di bisnis, ada CSR, plis jangan di politik saja, tapi menciptakan program-program yang meningkatkan kreatifitas, minat dan bakat yang mengalihkan dia (anak-anak) dari gonjang-ganjing prnografi, dan lain-lain,” lanjutnya.