HMINEWS.Com – Kepemimpinan Transformatif adalah yang paling cocok untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan masyarakat. Contoh nyatanya kepemimpinan Rasulullah yang telah berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat Islam yang penuh rahmat.

Demikian disampaikan mantan Ketua Umum PB HMI MPO, Masyhudi Muqorrobin, dalam diskusi Prapleno III PB HMI MPO di Wisma KAGAMA (UGM), Sleman Yogyakarta, Kamis (28/5/2015) sore.

“Kepemimpinan Transformatif” didefinisikan sebagai kepemimpinan inklusif. Menganggap orang-orang yang dipimpin tidak sebagai objek, tetapi subjek. Pemimpin tidak mendominasi. Semua orang setara,” ungkap doktor ekonomi tersebu.

Ia juga menegaskan, kepemimpinan transformatif sangat relevan untuk diterapkan pada zaman sekarang guna mewujudkan masyarakat madani sebagaimana tema.

Pembicara kedua, Ashad Kusuma Jaya, mantan Ketua HMI Cabang Yogya yang kini aktif menulis dan menjadi direktur Siti Jenar Institute, menyampaikan empat langkah memperbaiki bangsa.

Pertama, revolusi mental, yang sudah ia sampaikan pada 2011, waktu itu tema ini ia sampaikan pada pengurus HMI Cabang Yogya. Merevolusi mental sesuai yang diinginkan Islam. Kedua, revolusi pendidikan, revolusi teknologi dan terakhir, revolusi pengelolaan sumber daya alam.

“Sumber daya alam itu harus dikelola dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan konstitusi,” tegasnya. Bukan hanya dimanfaatkan segelintir elite yang berkuasa atau dikuasakan kepada asing, sedangkan nasib rakyat sendiri terlupakan.

Diskusi ini dimoderatori Zuhad Aji Firmantoro, mantan Ketua HMI Cabang Yogya yang kini menjabat Ketua Komisi Hukum dan HAM PB HMI MPO.