HMINEWS.Com – Mahasiswa menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jambi dengan aksi unjukrasa. Kunjungan Wapres tersebut dalam rangka meresmikan Menara Gentala Arasy dan Jembatan Pedestrian, sebagai ikon baru Jambi, Sabtu (28/3/2015) siang.

Dalam penolakannya tersebut, para orator mewakili ratusan mahasiswa yang berkumpul, menyampaikan orasi mereka secara bergantian. Protes mereka terutama mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah secara resmi diumumkan Sabtu dini hari, serta telah didahului dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Kami mahasiswa menolak pemimpin tidak pro-rakyat datang ke Jambi,” teriak para mahasiswa dalam  unjukrasa di halaman Kampus Universitas Negeri Jambi di Telanaipura, Kota Jambi, sejak pagi tersebut.

Peserta aksi berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unja, KAMMI dan yang lain. Saat hendak menuju simpang empat BI, mereka dihadang oleh pihak kepolisian dan terjadilah bentrok, hingga jatuh korban terluka dari kedua belah pihak, terutama mahasiswa akibat dikeroyok oleh polisi.

Sebagaimana diagendakan, selain peresmian dua ikon Provinsi Jambi itu, Wapres JK juga mengukuhkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jambi.

Menyikapi seorang rekan mereka yang terluka karena pengeroyokan, Yulianto, mahasiswa akan menggelar aksi lanjutan, solidaritas, esok harinya (29/3/2015).