HMINEWS.Com – Kebijakan Presiden Jokowi menaikkan harga BBM di saat naiknya harga kebutuhan pokok lainnya, dipertanyakan. Ketua Umum Pengurus Besar HMI MPO, Puji Hartoyo, mengkritik kebijakan tersebut, yang dinilai tidak peka terhadap banyaknya permasalahan yang mendera rakyat.

“Kebijakan menaikan harga BBM mencerminkan Pemerintah tidak peka terhadap nasib rakyat, kenaikan harga BBM terjadi di tengah naiknya harga LPG 3Kg dan harga beras yang sudah terjadi dalam beberapa hari belakangan ini,” kata Puji Hartoyo Ketua Umum PB HMI MPO mengkritik kebijakan Pemerintah, Ahad (1/3/2015).

Seperti telah diumumkan melalui siaran pers, per 1 Maret 2015 Pemerintah menaikan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) dengan harga Premium naik Rp 200 (jadi Rp 6.800), harga Premium naik Rp 200 (jadi Rp 6.800 per liter) untuk wilayah Jawa-Bali, sedangkan Jawa-Bali naik Rp. 300 (jadi Rp 6.900).

Pada kenaikan harga BBM kali ini Presiden Joko Widodo tidak memberikan pengumuman langsung kepada masyarakat. Berbeda dengan saat kenaikan harga BBM sebelumnya.

Puji Hartoyo menyatakan, kenaikan harga BBM seharusnya tidak perlu terjadi, atau minimal ditunda terlebih dahulu jika Pemerintah peduli dengan kondisi yang sedang dialami rakyat.

Puji menambahkan kritiknya “saya mempertanyakan substansi blusukan Presiden Jokowi terhadap nasib rakyat. Kalau blusukan katanya mendengarkan rakyat harusnya kebijakan ini (kenaikan) tidak perlu,” ujarnya.