HMINEWS.Com – Usai dilantik, Bada Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta/ Solo langsung membuat gebrakan, menyerukan ‘Indonesia Darurat: Panggil Jokowi Pulang Kampung,’ Jum’at (20/3/2015).

Aksi ini merupakan respon mahasiswa UNS terhadap 150 hari kerja Presiden Jokowi yang justru menunjukkan indikasi kinerja yang memburuk, serta menyalahi janji-janji kampanyenya. Mahasiswa UNS menyoroti berbagai kebijakan Presiden asal Solo tersebut, yang dinilai tidak pro-rakyat, tidak pro penegakan hukum dan tidak pro pemberantasan korupsi.

Dalam aksi yang dilangsungkan di Boulevard UNS ini, berturut-turut perwakilan BEM fakultas menyampaikan orasinya. Ditingkahi aksi tidur di jalan, serta menyanyikan lagu ‘Darah Juang.’

Ketua BEM yang baru dilantik itu, Eko Pujianto, menyatakan kebijakan Jokowi justru melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Ia juga menyoal politisasi hukum yang makin marak, harga sembako dan bahan bakar yang makin tinggi, serta merosotnya nilai tukar Rupiah.

Untuk itu, ia menyatakan, mahasiswa Solo bahkan bersiap memanggil pulang Jokowi jika tidak becus mengemban amanah sebagai presiden. Hal ini disampikan melalui pembacaan SP2K (Surat Panggilan Pulang Kampung) untuk Jokowi.

“Kami, mahasiswa siap memanggil Pak Jokowi pulang kampung ketika kebijakan-kebijakannya masih ditunggangi kepentingan-kepentingan. Dengan harapan saat pulang kampung tersebut, Pak Jokowi mau mendengarkan aspirasi masyarakat, suara rakyat,” kata Eko.

Mahasiswa Solo menginginkan seharusnya Pemerintah tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan terhadap para koruptor. Mereka meminta Jokowi tegas memberantas korupsi serta tidak lagi melulu melakukan pencitraan.

“Kita desak Jokowi untuk lebih kerja nyata dan jangan ada lagi pencitraan dan terpengaruh pada kepentingan politik. Jangan tinggalkan rakyat kecil,” tegasnya.