ssHMINEWS.Com -Masyarakat Kota Tual memasang Sasi atau Hawear, dalam bahasa lokal yang artinya larangan adat untuk melaksanakan aktivitas perkantoran. Sasi dilakukan dengan cara memasang janur kuning yang diikat pada kayu dan diletakkan tepat di depan gerbang masuk setiap kantor.

Dipasang sejak 28 November 2014, yaitu saat ditetapkannya Walikota Tual sebagai terdakwa atas dugaan korupsi dana asuransi DPRD Maluku Tenggara periode 1999-2004. Berkas perkara dilimpahkan Kejati Maluku ke Pengadilan Tipikor Ambon.

Sasi juga sebagai protes atas penunjukan care taker Walikota Tual yang diusulkan Gubernur Maluku Said Assagaff kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Selama pencanangan sasi, aktifitas perkantoran di Kota Tual sangat terganggu. Dinas dan Badan Pemerintah akhirnya menyewa rumah penduduk sebagai tempat berkantor.

Kini sasi telah dibuka. Betempat di depan Kantor Walikota Tual di Jalan Gajah Mada, upacara adat digelar untuk membuka sasi, Sabtu (24/1/2015) pukul 10.00 WIT.

Upacara adat membuka sasi selain dihadiri beberapa Raja di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara juga dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff.

Pencabutan Sasi ini juga menandai berakhirnya aksi yang dilakukan masyarakat dan masyarakat akan mengikuti proses hukum secara bijaksana.