HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MP) Cabang Purworejo menggelar konferensi ke-10. Bertempat di Gedung PKK Purworejo, Sabtu-Ahad (17-18/1/2015).

Konferensi selain diisi agenda seperti penyampaian dan penilaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Cabang, yang kemudian demisoner, pembahasan-pembahasan, perumusan program kerja, dan pemilihan formatur serta mide formatur, juga diisi dengan sarasehan. Sarasehan refleksi Maulid Nabi Muhammad, oleh perwakila PB HMI MPO, Bambang Suherli dan Zuhad Aji Firmantoro (Komisi Hukum dan HAM PB HMI).

Acara yang dibuka Bupati Purworejo, Drs.Mahsun Zain, M.Ag, serta dihadiri juga oleh tamu undangan termasuk para aktivis seperti PMII Cabang Purworejo, Unit Kegiatan Mahasiswa UMP dan lainnya.

Menurut Zaenal pemilihan formatur agak alot, perlu waktu agak lama  untuk membujuk dua orang yang dicalonkan agar bersedia.

“Forum dipending karena waktu pelaksanaan ada 5 kandidat yang diajukan, tapi awalnya mereka tidak bersedia. Mereka dilobby mulai jam 3 sore hingga jam 8 malam. Kemudian maju lagi, 3 gak bersedia, 2 bersedia yaitu Itmam dan Rizky, dari Komisariat Bahasa UMP,” kata Zaenal yang juga mantan Ketua Umum Cabang Purworejo.

Dua kandidat yang bersedia, lanjut Zaenal, akhirnya mufakat. “Kita kasih 20 menit untuk keluar dari forum, akhirnya mereka berdua bersedia yang satu jadi formatur  (Itmam Syafirudin) satu menjadi mide formatur (Rizki Setia Yunus),” tambahnya.

Tiga mide formatur lainnya adalah Siti Khusnul Khotimah, Siti Isnaeni Khusnul Khotimah dan Fathurrahman. Setelah ini, pselantikan pengurus nantinya akan dilaksanakan pada Maret 2015 dikarenakan formatur terpilih saat ini masih menjalani KKN di Kecamatan Bener, Purworejo.

Sejumlah hasil pembahasan dalam konferensi ini selain program kerja ada di antaranya berupa perubahan nama bidang, mengagendakan LK2 di Cabang Purworejo. Usai semua agenda, konferensi ditutup oleh Ketua Korps Pengader (KPC) Cabang Purworejo, Rita Sugiarti, Ahad jam 10 malam.

Saat ini di basis HMI MPO Cabang Purworejo ada di kampus Universitas Muhammadiyah, dan beberapa komisariat di Kabupaten Kebumen di sebelah baratnya yang belum mempunyai cabang sendiri, yaiti Politeknik Darma Patria dan STAINU Kebumen.