HMINEWS.Com – Konferensi ke 27 menetapkan Akbar A. sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Palopo masa bakti 2014-2015. Pemilihan yang digelar hingga tengah malam pukul 23.30 WITA ini berjalan sangat demokratis dengan memunculkan empat nama calon ketua umum.

“Akbar terpilih dengan mengungguli tiga calon lain, termasuk calon incumbent yang namanya muncul kembali dalam bursa calon. Pemilihannya sampai tengah malam”, kata Muhammad Anjar Pablo, mantan pengurus HMI cabang Palopo yang demisioner.

Akbar A. bercerita terkait proses pemilihan dirinya dalam konferensi ke 27 sebagai amanah dan mandat semua kader Himpunan. Karena saat awal pemilihan berlangsung dirinya tidak ada keinginan mencalonkan dan sedang berada di luar forum. Namun demikian ia memastikan kerja organisasi satu masa bakti ke depan akan mengawal rekomendasi konferensi, sebagai bagian mandat dari lembaga.

“Saat pemilihan kan sudah tengah malam saya tidak berada di forum, saya kaget beberapa kader dan panitia datang ke sekretariat, meminta saya hadir di forum konferensi. Katanya, saya termasuk diantara bursa calon formatur”, jelas Ketua Umum terpilih, Akbar A. kepada hminews.com, Selasa 2/12/2014.

Ia menambahkan bahwa, HMI satu masa bakti ke depan akan bekerja memantapkan fungsi perkaderan secara internal dan tanggungjawab kelembagaan terkait isu kemasyarakatan. Tentu saja harus dibantu dengan pengembangan landasan organisasi yang efektif secara internal sehingga seluruh kader bisa produktif dan berkembang bersama.

“Untuk tingkatan basic training jumlah kader cukup lumayan banyak, hanya saja perlu pendampingan dan penguatan di tingkatan komisariat maupun dari pengurus cabang. Penguatan kader dengan kualifikasi selesai LK 2 dan Senior Course (SC) juga masih perlu ditingkatkan. Kita juga sangat bersyukur beberapa lembaga seperti LDMI, Kohati, MSO dan Korp Pengader Cabang (KPC) juga disahkan konferensi, karena akan sangat membantu ke depan”, kata mantan Ketua HMI Komisariat IAIN Palopo ini.

Ketua Umum HMI cabang Palopo ini juga berharap, semangat dan peran pengurus bisa ditingkatkan sehingga bisa ditularkan dalam bentuk respon seluruh kader terhadap program dan kegiatan-kegiatan lembaga.

“Semoga kepengurusan ini bisa meningkatkan gairah kelembagaan dan memperlihatkan peran yang lebih baik, tentu dengan koordinasi dan komunikasi yang intens. Apakah komunikasi yang baik antara pengurus di tingkatan cabang dan Badko, termasuk juga Pengurus Besar di jakarta. Beberapa kader dengan serius akan didorong dalam hal dunia jurnalistik dan pemberitaan. Semoga media yang dimiliki Himpunan bisa menjembatani”, pungkasnya.

Hal ini diaminkan oleh Zaenal Abidin, selaku Ketua Badan Koordinasi (Badko) Sulambanusa. Untuk mewujudkan kemandirian cabang, yang perlu diretas adalah cara berpikir yang tidak tergantung.

“Kita ingin membangun cabang-cabang bisa mandiri, tidak ada sentral cabang atau yang mapan dan tidak mapan. Semuanya harus disamakan biar kemandirian cabang terwujud sebagaimana tema Badko, untuk mewujudkan kemandirian cabang. Pengurus cabang bisa berkomunikasi secara langsung dengan pengurus Badko dan pengurus besar yang tersebar di cabang-cabang”, kata Zaenal Abidin, saat menghadiri Konferensi ke 27 HMI cabang Palopo. (efsy)