HMINEWS.COM

 Breaking News

Segera Siaran, TPI Akan Kembali ke Khittah

Segera Siaran, TPI Akan Kembali ke Khittah
December 27
14:49 2014

HMINEWS.Com – Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) akan kembali ke khittah sebagai stasiun televisi yang khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan sebagai media pendidikan pembelajaran masyarakat.

“Sebagai tindak lanjut dari Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung yang memenangkan kubu Mbak Tutut, kami akan kembali melakukan siaran setidaknya pertengahan Januari 2015. Call Sign atau nama udara yang akan kami gunakan adalah “TPI” bukan “MNC TV,” kata Direktur PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia, Habiburokhman, dalam siaran persnya, Sabtu (27/12/2014).

Menurutnya, saat ini jajaran Direksi dan manajemen TPI tengah melakukan persiapan teknis dan legal untuk melaksanakan siaran tersebut. Pihaknya menyatakan secara teknis persiapan sudah hampir mencapai 90 % berupa penyiapan program-program yang akan ditayangkan dan penyiapan infrastruktur penyiaran, sementara secara legal sudah tidak ada hambatan serius lagi untuk mengeksekusi keputusan PK MA.

TPI, lanjut Habiburokhman, akan fokus menyiarkan program yang membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran sebagaimana dahulu TPI beroperasi. Inilah yang disebutnya sebagai ‘TPI Kembali ke Khittah’ itu.”Kebijakan kembali ke khittah ini kami lakukan sebagai respon atas besarnya keluhan masyarakat terhadap program-program televisi yang hanya menyajikan sinetron, infotaintment dan acara lain yang dianggap kurang mendidik,” lanjut dia.

Meski begitu, ia mengaku tidak akan mengharamkan sintetron, namun sinetron yang akan tayang di TPI haruslah memiliki muatan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Terkait dengan masih digunakannya frekwensi oleh pihak lain, kami menyerahkan kepada pemerintah untuk melakukan tindakan penegakan hukum yang efektif. Jika mereka tidak mau berhenti melakukan siaran secara sukarela tentu akan ada konsekwensi hukum dari aparat penegak hukum,” pungkasnya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.