HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Penolakan dilakukan di berbagai cabang di daerah-derah di Indonesia, juga di Jakarta, beberapa cabang turun aksi bersama PB HMI MPO.

Unjukrasa di Jakarta dimulai dari depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (Menko Ekonomi) dan berakhir didepan Istana Negara (12/11/2014).

Ketua PB HMI MPO, Puji Hartoyo, menyatakan dalam orasinya bahwa jika harga BBM dinaikkan, maka masyarakat akan bertambah miskin.

“Rakyat miskin rentan akan resiko ekonomi, apalagi dengan kenaikan harga BBM ini mereka akan sangat terbebani, karena kenaikan harga BBM pada umumnya akan diikuti oleh kenaikan harga-harga barang lainnya. Rrakyat miskin yang paling menanggung resiko dari dampak kebijakan ini. ‘Efek domino’ dari kenaikan BBM ini sesungguhnya yang lebih mengerikan,” kata Puji dalam orasinya, Rabu (12/11/2014).

Pemerintah sendiri menurut isu yang berkembang akan menaikan harga bbm sekitar 30% atau setara Rp 1950. Sedangkan alasan pemerintah menaikan harga bbm dikarenakan naiknya harga minyak dunia. Koordinator lapangan aksi HMI MPO membantah alasan ini.

“Harga minyak dunia sat ini sedang mengalami penurunan ke posisi 80,52 Dollar AS per barel jadi tidak relevan alasan pemerintah” ucapnya.

Aksi ini sendiri diakhiri dengan sholat hajat secara berjamaah mendo’akan pemimpin negeri ini tidak mati hatinya terhadap nasib rakyat.