HMINEWS.Com – Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), HMI MPO Komisariat Fakultas Ekonomi UMY mengadakan Seminar Nasional di ballroom Hotel Santika, Yogyakarta pada Senin, 24 November.

Dimoderatori oleh kader HMI FE UMY, Ahmad Ruslan, acara tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta dengan tema “Dimensi Ekonomi dan Hukum dalam Perkembangan Keuangan Syariah di Indonesia.” Kegiatan yang juga dinanungi oleh Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah (KAUMY) ini diisi oleh pembicara dari Hakim Agung, Prof Abdul Manan yang juga salah satu alumni UMY. Dan sebagai pembicara kedua, Direktur International Program of Economics and Islamic Finance, Masyhudi Muqorobbin.

Acara dimulai sekitar pukul delapan malam diawali dengan beberapa sambutan. Nurrahman, ketua pelaksana kegiatan Seminar Nasional tersebut mengatakan dalam sambutannya jika diadakanya acara ini sebagai ajang mensosialisasikan pemahaman terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai agent of change untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan keuangan syariah di Indonesia dan legitimasi hukum yang mendukungnya.

Dalam paparannya, Prof. Abdul Manan mengatakan jika ada banyak aliran mengenai ekonomi Islam, salah satu di antaranya adalah aliran iqtishaduna, menurut aliran ini Allah telah mencukupkan segala kebutuhan manusia meskipun manusia memiliki keinginan yang tak terbatas, sehingga terkadang manusia menganggap tidak ada keadilan. Cara menyelesaikan masalah melalui aliran ini adalah dengan menggunakan tuntunan Allah yaitu Al Quran dan Hadist.

“Ekonomi Islam harus besar di Indonesia untuk merangkul umat Islam di Indonesia dan juga sebagai penyeimbang dari ekonomi konvensional,” tambah Prof Abdul Manan.

Materi sesi kedua disampaikan oleh Masyhudi Muqorobbin yang juga sebagai mantan ketua umum pengurus besar HMI. Beliau menyampaikan bahwa ada beberapa negara di dunia yang pemerintahannya sudah menganut sistem ekonomi Islam, seperti Sudan dan Pakistan. Sedangkan di Indonesia, ekonomi Islam masih berjalan beriringan dengan ekonomi konvensional.

Salah seorang peserta, Oja Rio, cukup antusias dengan diadakannya kegiatan seperti ini. “Sebagai mahasiswa ekonomi kita harus terus memantau perkembangan keuangan di Indonesia baik secara konvensional maupun dari sudut pandang Islam,” Ujarnya.

Setelah pemaparan materi dari kedua pembicara, acara diteruskan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta. Kegiatan Seminar Nasional ini berakhir lewat pukul sepuluh malam dan ditutup dengan sesi foto bersama antara pembicara dengan para peserta.

Gilang Akbar Al-Ghifari
HMI Komisariat Fakultas Ekonomi UMY