demo tadiHMINEWS.Com – Front Persatuan Pembebasan Nasional (FPPN) berunjukrasa di Istana Negara, Jakarta, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintahan Jokowi-JK yang baru berumur satu bulan tersebut dinilai telah berdusta dengan berbagai alasan mereka menaikkan harga BBM.

“Pemerintah, sebagaimana yang kerap disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla alasan pemerintah menaikkan harga BBM berpijak pada kenaikan harga minyak dunia. Sekarang harga minyak dunia turun ke posisi 80,52 dollar AS per barel, tapi pemerintah malah menaikkan harga,” kata Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo, dalam aksi bersama, Selasa (25/11/2014).

Aksi ini merupakan aksi gabungan dari sejumlah organisasi kepemudaan seperti Pelajar Islam Indonesia (PII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Front Nasional Perjaungan Buruh Indonesia, serta SBSI 1992.

Massa berorasi mulai dari Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan tuntutan secara live RRI diwakili masing-masing ketua OKP, Vivin Sri W, Puji Haartoyo, Nur Wahida dengan direksi RRI, Herman.

FPPN juga menyatakan pemerintah telah berdusta kepada rakyat Indonesia, karena dalam menaikkan harga BBM bersubsidi pemerintah mengacu kepada standar MID OIL PLASTTS Singapura (MOPS) dan NYMEX New York yang mengkoordinasikan harga-harga minyak di seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Di sinilah letak dusta pemerintah Indonesia kepada rakyatnya karena NYMEX maupun MOPS mengacu kepada BBM RON 92 (pertamax), sementara premium dengan kwalitas RON 88 lebih rendah dari RON 92,” lanjut Puji.

Lebih lanjut, FPPN sepakat mendesak Jokowi-JK mencabut kebijakan yang dianggap merugikan rakyat tersebut, serta agar melaksanakan UUD 45, khususnya Pasal 33 secara sungguh-sungguh.