Kendari lgTokoh-tokoh Reformasi yang ikut melegitimasi disahkannya RUU Pilkada mendapat kecaman keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Kendari. Mereka dinilai sebagai elit politik yang tidak setia dan inkonsisten mengawal cita-cita Reformasi.

“Mereka tak lain hanya orang-orang yang ikut menunggang gerakan Reformasi 1998 sebagai intrik percepatan tahta kekuasaan,” ungkap koordinator aksi, Sirwan dalam aksi yang digelar di MTQ Square, Kota  Kendari (1/10/2014).

Selain itu, massa aksi menilai ada penggunaan kekerasan instrumen ideologi jangka panjang yang berupaya menggagalkan pembangunan demokrasi berkelanjutan. Pasalnya, ada penafsiran Pancasila yang tidak utuh ketika melegitimasi disahkannya RUU Pilkada.

“Hal ini perlahan-lahan mengembalikan mekanisme pemilihan demokratis dengan menghilangkan peran politik warga negara. Diantaranya, rencana pengembalian Pemilihan Presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kami tolak rencana ini,” tegas Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Budiman.

Aksi ini diakhiri dengan pembakaran foto sejumlah tokoh Reformasi 1998.(JF)