HMINEWS.COM

 Breaking News

Muhasabah dan Memaknai Tahun Baru 1436 Hijriyah

Muhasabah dan Memaknai Tahun Baru 1436 Hijriyah
October 27
02:36 2014

Akhwat1Hari ini kita telah memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 H, yang bertepatan dengan hari Sabtu, 25 Oktober 2014. Bertepatan dengan momentum tahun baru Islam ini, mari sikapi momentum tersebut dengan muhasabah (introspeksi diri). Misalnya apakah ibadah atau amal sholeh kita selama ini sudah memenuhi syarat untuk diterima oleh Allah SWT? Yaitu, dilandasi keimanan, ilmu, ikhlas, dan sesuai dengan sunah Rasul? Bekal amal sholeh apa yang sudah kita miliki untuk kehidupan di akhirat kelak? Benar, muhasabah harus kita lakukan sepanjang waktu, hari demi hari, bahkan detik demi detik. Tapi setidaknya, pergantian tahun baru Islam menjadi “momentum tahunan” muhasabah.

Dalam al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18 disebutkan (artinya):“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk hari esok (akhirat).”

Menurut tafsir Al-Alusi (Ruhul Ma’ani) dalam kitab fikih kontemporer dijelaskan bahwa setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan di akhirat kelak. Karena hidup di dunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat. Merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya. Umar bin Khattab pun pernah berkata,“Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu” yang artinya evaluasilah (hisablah) dirimu sendiri sebelum kalian dihisab (di hadapan Allah kelak).

Memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah, kita juga harus memaknai peristiwa hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah) yang menjadi awal perhitungan kalender Islam. Oleh karena itulah sampai saat ini disebut kalender Hijriyah, yang berasal dari kata hijrah.

Di Madinah, Rasul membangun tiga fondasi masyarakat Islami menuju daulah Islamiyah. Fondasi-fondasi tersebut adalah masjid, ukhuwah Islamiyah, dan perjanjian damai dengan semua warga Madinah atau biasa dikenal dengan Piagam Madinah. Maka dari itu, mari semarakkan aktivitas ibadah dan dakwah, eratkan ukhuwah sesama muslim, dan kembangkan toleransi beragama tanpa merusak aqidah.

Terkadang kita salah kaprah dalam mengartikan toleransi beragama. Toleransi di sini dalam artian toleransi sebatas muamalah, namun tidak dalam hal ibadah dan aqidah. Rasulullah, Muhammad SAW bersabda: Almuhajiru man hajara ma nahallahu ‘anhu (HR. Muslim). Bahwa Muhajirin atau orang yang berhijrah dalam makna luas adalah dia yang meninggalkan larangan Allah SWT. Hijrah adalah momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah yang membentuk tatanan masyarakat Islam, yang diawali dengan eratnya jalinan solidaritas sesama muslim, ukhuwah islamiyah antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Jalinan ukhuwah yang menciptakan integrasi umat Islam yang sangat kokoh itu telah membawa Islam mencapai kejayaan dan mengembangkan sayapnya ke berbagai penjuru bumi.

Namun melihat fenomena zaman sekarang ini, bisa dimengerti jika umat Islam dewasa ini menjadi umat yang tertindas, serta menjadi bahan permainan umat lain, antara lain akibat jalinan ukhuwah Islamiyah yang tidak seerat kaum muslimin pada zaman dahulu, Muhajirin & Anshar. Dari situlah mengapa konsep dan hikmah hijrah perlu dikaji ulang dan diamalkan oleh umat Islam.

Setiap pergantian waktu, hari demi hari hingga tahun demi tahun, biasanya memunculkan harapan baru akan keadaan yang lebih baik.  Islam mengajarkan, hari-hari yang kita lalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dengan kata lain, setiap muslim dituntut untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Allah SWT mengingatkan kita semua dalam al qur’an, “Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan introspeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok (alam akhirat).”

Pada awal tahun baru hijriyah ini, kita bisa merancang hidup agar lebih baik dengan hijrah, yakni mengubah perilaku buruk menjadi baik, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Semoga kita mampu memahami sejarah tahun baru Islam dengan benar, menyikapinya dengan benar, juga mampu menggali maknanya dengan benar pula hingga mampu memicu semangat hijrah dalam diri, menuju iman, ilmu, dan amal yang lebih baik. Amin Allahumma Amin.

Hanik MS
Ketua KPC HMI MPO Palu

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.