mpo tangerangHMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya menyayangkan acara dugem ratusan pelajar SMAN 1 Kota Tangerang pada malam penutupan pentas Seni Smanitra Cup 12. Hura-hura oleh pelajar yang direstui pihak sekolah seperti itu dinilai mencederai visi Kota Tangerang ‘Berakhlaqul Karimah.’

Joget bareng itu dipandu DJ Yasmin, dan diikuti sekitar  500 pelajar, putra-putri. Dimulai sekitar pukul 19:00 lewat dalam sorot lampu temaram di GOR Dimyati Kota Tangerang, Ahad (26/10/2014).

“Katanya Kota Tangerang ini dikenal dengan visi Akhlaqul Karimah, tapi para pelajarnya justru dikenalkan dengan budaya dugem, ini kan kontradiktif,” kata Ketua HMI MPO Tangerang Raya, Faridal Arkam.

Farid menyarankan agar para pelajar mulai belajar memaknai visi akhlaqul karimah yang sudah dicanangkan sejak Kota Tangerang dipimpin Wahidin Halim.

Acara ini merupakan penutup dari rangkaian acara tahunan yang kali ini diikuti sekitar 60 sekolah se-Kota Tangerang. Sebelumnya, siang pukul 12:30, berlangsung grand final futsal dan grand final bola basket. Perlombaan lainnya meliputi lomba tari, rally photo, dan lainnya.

Kepala SMAN 1 Tangerang, Prastowo, menyatakan bahwa acara joget-joget tersebut memang sudah direncanakan, tetapi dengan sejumlah ketentuan.

“Memang acara hiburan musik itu sudah terencana. Tetapi sebelumnya ada pembicaran internal, kita minta tidak boleh ada rokok, minuman keras, tidak boleh melanggar norma-norma dan harus dalam pengawasan guru. Dan memang tidak ada yang dilanggar,” kata Prastowo sebagaimana dimuat di merdeka.com, Selasa (28/10).

Menurutnya, berdasarkan pandangan para siswa OSIS yang selaku penyelenggara, acara itu tidak melanggar norma khusus. Karena pada malam itu ada yang protes, acara DJ musik langsung dihentikan.