B0LsTvyCUAAKF0H
Prof. Dr. Umar Shihab memberikan buku kepada beberapa tamu kehormatan (foto: @khoirondurori)

HMINEWS.Com – Di usianya yang ke-75, Prof. Dr. Umar Shihab menerbitkan sebuah buku yang telah lama diidamkannya. Buku yang merupakan inspirasi dari sejumlah tokoh nasional yang pernah bertemu dan mewarnai corak keberagamaan sang professor.

Peluncuran buku digelar di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2014) malam. Dihadiri ratusan orang, termasuk sejumlah tokoh nasional seperti mantan Wapres Tri Sutrisno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan KH Ma’ruf Amin.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pertama dekat dengan Prof. Umar Shihab sewaktu sama-sama satu komisi DPR RI tahun 99 dan membahas Undang-undang, khususnya Undang-undang tentang penyelenggaraan haji dan undang-undang zakat. Saat itu Lukman Hakim Saifuddin pernah lebih dahulu berbicara, di forum, kemudian, Prof. Umar Shihab berbicara setelahnya, yang menyampaikan hal yang berbeda. Dengan itu ia pun mengetahui bagaimana keluasan ilmu Prof. Umar Shihab, sehingga..

“Sejak itulah saya kemudian tidak berani berbicara sebelum beliau bicara,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Din Syamsuddin, yang juga menyinggung apa yang ditulisnya dalam pengantar buku, menyampaikan tentang toleransi dan tafsir kontekstual atas problematika kontempores.

“Tasir semacam ini sejalan dengan ijtihad yang berfungsi sebagai instrumen yang dapat mengantisipasi sekaligus memberikan solusi bagi segala persoalan kemasyarakatan dalam dunia islam. Dua senjata intelektual Islam inilah, tafsir kontekstual dan ijtihad yang nantinya menghasilkan produk hukum maupun kebijakan yang menjadi jawaban bagi beragam persoalan yang datang,” ungkapnya.

Din juga menyinggung dinamika sunni-syiah, yang timbul pasca wafatnya Rasulullah. Untuk itu, ia mengajak, agar umat muslim Indonesia menyikapinya dengan arif, dan sebaiknya memakai ‘standar minimal’ dalam menilai keislaman seseorang, yaitu pengakuan atau persaksiannya terhadap keesaan Allah dan kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini saja seharusnya bisa mencegah sesama muslim dari permusuhan.

Dari sekitar duaratus lebih hadirin, sebagian di antaranya merupakan masyarakat keturunan Arab. Di akhir acara, KH. Ma’ruf Amin membawakan doa untuk bangsa, para hadirin dan khususnya yang tengah berulang tahun ke-75, yaitu Prof. Dr. Umar Shihab sendiri. Seluruh peserta yang datang mendapatkan buku yang dicetak penerbit Mizan tersebut.