immfHMINEWS.Com – Apakah para remaja tahu bahwa ternyata kawan-kawan difabel ingin sekali berfoto selfi bareng teman mereka yang ‘normal’. Bahwa alasannya karena selama ini mereka merasa tak punya sahabat yang non difabel? Foto selfi membuat mereka merasa punya sahabat! Ini adalah pertanyaan yang terserak di tengah hiruk-pikuk para remaja Indonesia yang tengah dilanda demam foto selfi. 

Tak hanya remaja, bahkan tak banyak yang tahu bahwa judul buku baru yang terbit di Indonesia sebanyak 1.500 buku per tahun, berbanding terbalik dengan buku untuk para tunanetra yang cuma 80 buku setiap tahunnya? Kabar baiknya, kita bisa ikut serta membantu memperbanyak buku untuk kawan-kawan difabel! Bagaimana caranya?

Bagaimana pula bentuk bintang, kedudukan bumi di jagat raya, hingga kesadaran eksis remaja di tempat mereka hidup, bisa dipahami lewat astronomi– melalui peneropongan bintang? Dan, apakah para remaja tahu bahwa banyak pilihan menjalani hidup, salah satunya melalui kewirausahaan sosial? Apakah kita mampu mengubah dunia menjadi tempat tinggal bersama yang lebih baik… 

Pertanyaan seperti inilah yang ingin dijawab oleh kegiatan Indonesia Music and Mission Festival (IMMF) 2014. Kemah Musik Sosial yang dilakukan secara bersama-sama di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, ini memadukan tiga kegiatan utama: perkemahan remaja, musik, dan misi sosial. Ide dasarnya berangkat dari ide kemah budaya– ingat Kemah Kaum Urakan, WS Rendra di pantai Parang Tritis, Yogyakarta pada tahun ‘70-an? Pertimbangannya: musik dan remaja sangat dekat, musik menjadi daya tarik remaja untuk berkumpul. Cara kumpulnya dengan kemah bersama. Sharing (berbagi)-nya dengan para inspirator dunia dan Indonesia, serta kelompok atau perorangan  yang sudah melakukan perubahan.  

Event unik ini tak hanya dihadiri para tokoh yang sudah lama malang melintang dalam kegiatan sosial di tanah air seperti Bambang Ismawan (pendiri Bina Desa & Bina Swadaya) Felia Salim & Alissa Wahid, namun juga ‘inspirator dunia’ seperti Prof. Muhammad Yunus, penerima hadiah Nobel Perdamaian 2006 & pendiri Bank Kaum Miskin (Grameen Bank) Juga ada Benjamin Quinones (Filipina, tokoh penggerak Social Solidarity Economy) serta Prof. Tom Kosnik (Stanford University’s Entrepreneurship Centre), 

Artis dan musisi yang inspiratif, seperti Glenn Fredly, Maudy Ayunda (yang berkampanye pembuatan buku untuk difabel),  sutradara film Nia dinata, hingga politisi muda Budiman Soedjatmiko. Selain itu ada juga Lorong Boys (Singapura), dan fasilitator drum circle termuda asal Malaysia, Rhonwyn Hagedorn.

Beragam komunitas unik yang turut serta dalam Festival, di antaranya adalah Komunitas Difabel, Komunitas Pecinta Astronomi, Komunitas Open IT (Onno W Purbo) Rumah Baca serta TurunTangan.org   

Acara IMMF 2014 diselenggarakan oleh Sinergi Indonesia pada 1214 September 2014 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Kemah Musik Sosial 2014 bertujuan untuk menyiapkan generasi muda menuju 100 tahun Indonesia Merdeka.