AU
Anas Urbaningrum (net)

HMINEWS.Com – Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Tipikor menuntut Anas Urbaningrum dengan hukuman 15 tahun penjara. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga didenda Rp 94,180 miliar dan USD 5,261 juta.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Anas Urbaningrum berupa pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” hakim Yudi Kristiana membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Kamis (11/9/2014) sore.

Jaksa penuntut umum menyatakan Anas terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang, yang dilakukan dengan rekannya, Kholilur Abdullah Salaf dalam usaha pertambangan PT Arina Kota Jaya. Selain itu, harta benda yang dinyatakan sebagai hasil dari tindak pidana pencucian uang disita negara.

Semua harta benda yang dinyatakan sebagai hasil pencucian uang termasuk lahan untuk Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, dirampas negara. “Tetapi guna tetap terlaksananya fungsi sosial, pendidikan dan keagamaan dan kepentingan umum, maka pengelolaan dan pemanfaatannya diserahkan kepada Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta,” lanjutnya.

Selain itu, jika Anas tidak mampu  mengganti kerugian negara yang harus dibayar sebagai ganti uang yang dinyatakan diperoleh dari tindak pidana korupsi, maka ia akan menjalani hukuman tambahan 4 tahun sebagai gantinya.

Dicabut Hak untuk Dipilih dalam Jabatan Publik

“Empat, menjatuhkan hukuman tambahan terhadap terdakwa berupa hak untuk dipilih dalam jabatan publik. Lima, pencabutan izin usaha pertambangan,” lanjut Jaksa Yudi Kristiana.