Sastra Santri
Suasana Malam Sastra Santri di STAI Attaqwa Bekasi, Sabtu (6/0/2014) malam. Foto Sastra Kalimalang @mahkotabahasa

HMINEWS.Com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Bekasi menggelar Malam Sastra Santri ‘Menggali Cinta Ilahi.’ Menghadirkan sejumlah kelompok/ bengkel seni dan sastra di Bekasi.

Dengan tema tersebut dimaksudkan untuk menemukan rasa (dzauq) yang lebih mendalam dalam keberagamaan dan memperhalus akhlaq yang salah satunya bisa dilakukan lewat kegiatan berkenian (sastra). Ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di lingkungan pesantren yang didirikan oleh pahlawan nasional dan tokoh kharismatik Bekasi, Almarhum KH. Noer Ali.

Beberapa pementasan dibawakan oleh Bengkel Seni Kartini, Sastra Kalimalang, Teater Korek, Beta Teater dan Sanggar Matahari. Masing-masing pentolan kelompok sastra tersebut mengkhususkan diri untuk berbagi dan menularkan ilmu mereka, seperti salah seorang tokoh sastra yang sudah tidak asing lagi di Bekasi, Ane Matahari (Sanggar Matahari).

Sastra santri stai
Mahasiswa STAI Attaqwa Bekasi dalam Malam Sastra Santri (foto: Adang Ridwana)

Sastra Santri berbeda jauh dari Santri Sastra. Sastra santri maksudnya dalah sastra yang dihasilkan atau mengenai dunia santri, sedangkan santri sastra artinya para pencari ilmu di bidang sastra. Sejauh ini di STAI Attaqwa belum memiliki laboratorium sastra. Diharapkan dengan pementasan ini akan muncul para pegiat sastra yang dengan demikian dapat membentuk kelompok sastra dan pada akhirnya dibentuk laboratorium sastra.

Sebagai informasi tambahan, STAI Attaqwa saat ini diketuai KH. M. Abid Marzuki, M.Ed, dengan dua fakultas: Syariah dan Tarbiyah. Lokasi STAI satu kompleks dengan pesantren putra yang terletak di Desa Ujungharapan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi.